Kadang dunia tak sebaik yang kamu kira. Bahkan terkadang dunia tak seburuk yang kamu bayangkan. Lakukan dan nikmati saja. Pelangi akan datang. Tuhan tak akan menciptakan sesuatu tanpa alasan. Mari bercerita bersama saya. Burung kecil yang lahir di hari ke 4 idul fitri. Selamat membaca gih...
Senin, 30 Maret 2015
Menjadi Pelayan Mahasiswa? Why Not???
Sesungguhnya ini cukup simple untuk di lakukan. Tapi, juga butuh tekat untuk di jalani.
Menjadi pelayan mahasiswa tentunya adalah mimpi bagi beberapa mahasiswa. Mengabdikan diri demi kawan-kawannya. Tentunya akan merasa bangga dan bersyukur ketika kita mampu dan dipercaya untuk menjadi wakil mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi. Bukan hanya mewakili 1 mahasiswa saja, tapi ratusan mahasiswa bahkan ribuan mahasiswa.
Sejak terjun bebas dan memiliki status mahasiswa, pikiran saya menerawang jauh kembali ke masa saya menjadi anak SMK dulu. Setiap hari harus berkomunikasi dengan seorang laki-laki yang luar biasa dengan rutinitasnya sebagai mahasiswa dan seorang aktifis kampus. Dia sangat menyukai bidang yang digelutinya. Banyak orang ia kenal. Bahkan ia memotivasi saya untuk aktif sepertinya kelak bila saya kuliah.
"Jangan hanya menjadi lilin yang menyakiti dirinya sendiri demi orang lain! Lilin akan meleleh dan setelah habis akan ditinggalkan begitu saja. Jadilah lampu! Cahayanya lebih terang. Banyak orang yg dapat ia sinari. Saat ia mati, ada tempat khusus untuk menyimpannya dan selalu dikenang." Ucap lelaki bertubuh gempal itu dengan tersenyum manis dan kedua lesung pipinyapun tercetak manis.
Saya hanya mengiyakan saja apa yang ia ucapkan dan mengamini setiap katanya.
Beberapa bulan kemudian laki-laki itu benar-benar meninggalkan dunianya, kampusnya, organisasinya, untuk selama-lamanya. Saya melihatnya terbaring dengan tenang. Layaknya orang tertidur yang sangat pulas. Di luar sana, saya melihat barisan anak muda seusianya. Ku yakini itu teman-temannya. Dan memang benar. Raut kehilangan pun ku coba takfiskan diwajah-wajah mereka. Betapa laki-laki ini benar-benar di cintai oleh kawan-kawannya.
Beberapa hari berikutnya saya mendapat sebuah surat yang berisi bahwa saya diterima di sebuah universitas swasta ternama di kota Salatiga. Universitas yang sama dengan laki-laki itu.
Setahun berlalu.
Menjadi mahasiswa dengan almamater berwarna krem kekuningan dan sedikit kebesaran. Saya resmi di angkat menjadi seorang aktifis kampus. Tercetak nama saya sebagai seorang anggota himpunan mahasiswa program studi (HMP) pendidikan ekonomi. Semua berawal dari hari itu. Bertemu dengan orang-orang hebat yang mampu memacu hati saya untuk mengabdi.
LDKM (Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa) pun digelar selama 2hari di kampus. Diisi oleh mereka para senior yang selama ini memiliki trackrecord yang mengundang decak kagum. Mereka memfasilitasi kami para aktifis baru. Tanpa dibayar, malah membayar kegiatan itu dengan uang mereka masing-masing. Sesi dimulai dari latihan baris berbaris hingga masuk ruangan untuk materi.
Hari ini saya di kelompok D, bercampur baur dengan puluhan orang yang belum saya kenal. Mereka dari progdi lain dan merupakan aktifis dari progdi mereka. Bahkan beberapa saya kenali sebagai mereka para anggota SMF dan BPMF yang merupakan lembaga kemahasiswaaan diatas saya. Canggung? Pasti. Terasa, saya ini piyik yang tengah mencoba terbang. Hehehe
Kelas dimulai dan diisi oleh seorang laki-laki bertubuh tak begitu tinggi, kulitnya kuning langsat, ada jenggot sedikit dan suaranya halus sekali. Aku mengenalinya sebagai Mas Adi. Dia bukan orang asing bagi ku. Ku lihat beberapa foto yang sempat ku unduh dari facebook alm. Mas Agung ada foto mas Adi. Beliau adalah seorang aktifis yang merangkak bersama Alm. Mereka sangat dekat. Selain itu, aku sering melihatnya di mushola kampus yang sangat mini. Beberapa kali ia mengimami ku dan kawan-kawan sholat di kampus.
Tema yang dibawakan oleh mas Adi adalah "pelayanan". What is the meaning pelayanan? Maksudnya apa??? Beberapa kalo Mas Adi bertanya kepada kami dan tak ada satupun yang terekam baik di kepala ku. Bahkan aku sudah lupa sebelum ucapan beliau usai. Namun, kemudian aku merekam baik sebuah pertanyaan yang cukup buatku begidik. "Motivasi kalian masuk LK (Lembaga Kemahasiswaan) itu apa?" Tak ada satupun yang menjawab. Disaat itupun hatiku kembali diuji. Alasan apa yang membawaku kemari?
"Kalau mau mencari kepopuleran, dikenal, di sanjung, jangan masuk LK! Karena itu tidak akan kalian dapatkan!" Ucapan itu membuatku sedikit sesak nafas. "Pelayanan yang ahrus kita lakukan! Bukan dilayani! ..... Kita itu pelayan mahasiswa!!! Ujung tombak mahasiswa. Kalau memang tidak ingin melayani mahasiswa, silahkan keluar dari LK!"
Sejak saat itu orientasi saya mulai berubah. Kata-kata itu sungguh menusuk dihati saya. Hingga muncul rasa "if I'm in here, i'll must be better." Sehingga saat itu saya sangat merasakan betapa saya ini sudah jahat kepada mahasiswa. Sehingga saya meluruskan kembali niat saya.
Sesi kedua di isi oleh Mas Adela. Beliau juga dekat dengan Alm. Bahkan banyak foto Alm yg saya dapatkan dari beliau. Beliau diam saat masuk kedalam ruangan kami. Matanya seperti tengah menguliti kami satu persatu. Tatapannya sangar, beringas bak siap menjadikan kami kelinci bakar. Aku cukup tak bernyali untuk menatap kedepan. Alhasil, kutundukkan wajahku.
"Dimana teman kalian yang lain?" Ucapnya tegas saat menyadari ada 2 bangku yang tak bertuan.
Semua mata saling bertanya. Kemanakah mahkluk pemilik bangku itu?
"Kalian ini. Ngakunya anak LK. Tapi disiplin waktu saja tidak bisa." Ucap Mas Adela dengan wajah penuh nyinyiran yang ditujukan kepda kami. Kami bisa apa? DIAM.
"Kalian yang tidak bisa disiplin waktu, buat apa masuk LK? LK itu tempatnya pemimpin. Bukan manusia-manusia seperti kalian!" Tambahnya.
Nyesek nggak denger kek gitu? Banget. :'(
Sejak saat itu saya jadi sangat sangat dan snagat menghargai waktu. Nggak pernah telat rapat.
Keanggotaan saya di HMP PE cukup banyak memberikan pelajaran baru untuk saya. Menerima pendapat orang lain, mengikhlaskan hati saat pendapat saya tidak diterima, menjadi pemimpin, banyak deh pokoknya. Beberapa kegiatan kami sukses. Bahkan peminatnya banyak. Hingga melebihi ekspektasi kami. Itu karena apa? Kami saling berkerjasama.
Diakhir tahun, saya diminta untuk mewakili HMP untuk menjadi panitia di FKIP Days. FKIP gathering. Persiapan 2 bulan kami sikat. Sungguh pengorbanan dan lagi-lagi saya melihat dan menemui puluhan manusia hebat. Hasilnya? Sukses beraaaat!!!! (Setidaknya lebih baik dari pada saat saya dulu yg jadi peserta.)
Namun, pada pertengahan Febuari, saya harus melepas almamater saya karena alasan yang tidak mungkin dapat ceritakan. Menyisakan 2 kegiatan yang belum dapat saya saksikan. Seminar nasional dan sebuah kegiatan ke jogja. Sedih? Pasti.
Namun ada 2 sahabat saya yg terus mengabarkan kepada saya mengenai kegiatan yang sudah kami susun rapi. Dan hasilnya. Sukses besar :')
Dipertengahan 2013, saya memutuskan kembali ke bangku kuliah. Disebuah sekolat tinggi agama islam negeri (STAIN) di Salatiga. Ada sebuah program studi yang memang saya tunggu. Tempat bernaung saya saat ini. PGRA.
Kembali menjadi mahasiswa baru setelah sebelumnya menjadi mahasiswa lawas. Awalnya cukup takut karena usia saya yang bakalan lebih tua dari teman-teman saya. Ternyata saya salah. Usia mereka beragam dan ada juga yang sudah memiliki 3 anak. Hehehe
Sebagai progdi baru, kamipun menjadi "pembabat alas". HMPS belum ada dan kami memulainya. Saya dipilih menjadi bendahara. Saya memiliki ekspektasi yang luar biasa kepada kami. Para pembabat alas yang dibingungkan dengan organisasi intrakampus. Berbekal seadanya, kami menjadi anak HMPS. Bingung? Pasti. Mau kemana? Tidak tahu. Lalu kita mau apa? Saya juga tidak tahu.
Beberapa acara yang disuguhkan oleh pak Kaprogdipun kami sambangi. Dengan berbekal seadanya, kami lakukan semuanya demi acara perdana kami. Sebuah lomba untuk anak RA/TK. saat itu ditunjuklah beberapa teman sebagai panitianya. Saya melihat ada yang salah di susunan kepanitiaan. Lalu langkah apa yang dapat saya lakukan? Tidak ada. Saya hanya diam. Saya sudah pesimis berat. "Kegiatan ini tidak mungkin dilaksanakan." Kata hati saya. Beberapa panitia hanya ingin menonjolkan apa yang mereka punya. bahkan saya cukup rumit melihatnya ketika saat melihat jobdisk yang acak-acakan. Disana saya merasa bersalah. Why? Saya tidak mau aktif. Dan benar, kegiatan itu lolos. Lolos tidak di laksanakan. Apa saya menyesal? Sedikit. Dalam membuat kegiatan itu terlalu banyak melibatkan orang. Tidak efektif sama sekali. Itu kesalahannya.
HMPS PGRA tidak berjalan dengan mulus. Kami jarang rapat. Kalaupun ada rapat ya buat having fun saja. Berbeda 180 derajat dengan saya dulu di HMP PE. Setiap hari rabu jam 10 sudah berada di dalam ruang LK untuk rapat. Disini? Ya begitulah. Semoga kelak lebih baik.
Hasilnya? Selama satu tahun kami tidak membuat acara yang spektakuler. Cukup menyakitkan. Tapi termaklumi. Karena kami memang angkatan pertama. Pembabat alas. :'(
Ini tahun kedua kami jadi HMPS. Kami mulai berpikir keras untuk lebih baik. Setidaknya kami harus memfasilitasi adik baru kami. (Ciyeee jadi senior lagiiiii). Kami para anggota benar-benar ingin memberikan yang terbaik. Hingga kami tertantang untuk membuat sebuah kegiatan khusus untuk maba (mahasiswa baru). Disana kami sering bertemu dan merencanakan. Inilah awal balik HMPS PGRA. Beberapa bulan cukup ribet dengan proposal dan anggaran. Beberapa kali konsultasi dengan kaprogdi. Dan fix. Acara untuk adik-adik siap dilaksanakan. Kami sama sekali tidak mengenal waktu, saat itu. Ada semangat yang meluap-luap. Dari cari pemateri, rapat dirumah temen, pokoknya ribet.
Membuat saya jadi lebih semangat. Kami para anggota saling tutup mulut dengan teman sekelas kami. Kami saling berjanji kalau kegiatan kami ini akan diumumkan saat 7 hari sebelum di laksanakan alias pendaftaran dibuka. Bukan untuk merahasiakan, kami cukup sakit hati (terutama saya) dengan kegiatan kemarin yg acak-acakan karena terlalu banyaknya orang yang terlibat.
Kegiatan kami mundur. Karena tes tengah semester yg berbarengan dengan jadwal kami. Al hasil. Kegiatan di pindah bulan November.
10 November 2014 adalah awal kami berpijak. Saksi untuk pertama kalinya HMPS menghadikan sebuah acara untuk mahasiswa. Bentuk pelayanan kami. Kami para panitia sekaligus anak HMPS benar-benar deg-degan saat acara kami akan dimulai. Keriweuhan terjadi disana sini. Acara seminar ini dilakukan untuk mengenalkan maba kepada progdinya serta memberikan ilmu untuk menjadi guru yang kreatif. Apalagi kami ini calon (bahkan sudah ada yang jadi) guru TK. Dituntut untuk kreatif. Dan alhamdulillah, acara kami sukses besar. Adik-adik pun sangat puas dengan acara kami. Kami membaur dan hasilnya lihatlah kami sekarang, nothing line in junior and senior. :)
Semangat untuk kawan-kawan ku di HMPS yang hasilnya membuat kami bangga dan saya beneran bisa nangis bangga sama kalian. *pelukin satu-satu*
Beberapa hari yang lalu, sebuah tawaran masuk ke ponsel saya. Dari seorang ketua HMPS sekaligus teman satu kelas saya. Menawarkan saya untuk masuk ke SEMA Fakultas. Saya cukup bingung dan galau. Kuliah, kerja dan SEMA. Bukankah akan banyak menyita waktu saya? Namun berbekal tekat dan kemauan serta semangat, tawaran itu saya terima.
"Besok jam 8 kumpul di kantor SEMA ya!" Sms bu ketua.
"Kamu ini kami pilih untuk jadi pembabat alas. SEMA Fakultas ini untuk pertama kalinya terbentuk. Semangat ya!" Pesan seorang teman saya.
Keesokan harinya. Saya beneran dateng jam 7.45. Dikampus 1. Seperti anak ayam yang ilang. Dan tidak ada orang di kantor sema. Lalu datanglah beberapa orang dikantor sema, tepat pukul 8.15. Dan itu bukan dari fakultas saya. Trus jam piroooo???? Akhirnya saya telpon bu ketua. Mencari tahu kebenaran.
Jam 9 kami diminta kumpul dan itu di HMJ tarbiyah. Nyakitin dgn 1 jam nggak dapet apa-apa? Iya! IYAAAAA!!!!
Saya melihat wajah-wajah baru. Tak saya kenali satupun. Tapi setelah rapat dibuka. Terbongkarlah keunikan-keunikah diwajah mereka. Dan mereka adalah yang akan menjadi partner saya untuk satu tahun kedepan. Memperjuangkan mahasiswa di SENAT MAHASISWA FAKULTAS Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan :D
Buat temen-temen, jangan takut untuk melayani mahasiswa! Didalam melayani mahasiswa itu, ada bentuk pelayanan kepada Allah. Selain itu, kepala kita juga bisa lurus. bukan malah mencerca perbedaan. Selain itu kita bisa belajar menjadi khalifah bagi orang lain. Bukankah itu sebuah ibadah? ;)
Langganan:
Komentar (Atom)