Kebodohan
Hari ini aku ada tes akhir semester
empat. Soalnya susah banget. Apa lagi soal akuntansi. Nyerah sebelum baca
soalnya. Loh kok? Bahasa jepang juga nggak kalah bikin emosinya. Please bahasa
jepang, jangan membuat aku bingung dengan huruf hiraganamu yang sangat sulit
dibaca. (huruf jawa aja aku nggak bisa apa lagi huruf hiragana? Tambah nggak
bisa.)
Saat berotak atik dengan pensil dan
bolpoin membentuk garis yang meliuk-liuk nggak jelas (ciri khas huruf
hiragana), shock saat ngeliat diluar udah pada keluar. (hebat banget mereka
bisa baca ini huruf. Aku aja belum bisa dari tadi). Al hasil dengan berusaha
keras mengingat dengan benar-benar setiap bentuk huruf hiragana, akhirnya saya
menulisnya kedalam lembar jawab yang sudah disediakan dengan satu prinsip. Yang
penting keisi walaupun kalo dibaca nggak ada artinya. Hahahahaha dasar siswi
gila. Jangan dicontoh ya!!!!
Saat ingin mengumpulkan lembar jawab,
nggak sengaja aku ngeliat Adi (mantan pacar aku saat aku kelas satu kemarin)
duduk memandang kearah ku yang berada di kelas seperti aquarium ini. Saat aku
menatapnya dia berlagak tak melihat ku. Saat aku sok sibuk dengan teman sebelah
ku yang cowok, dia jelous (terlihat dari tatapannya yang tajam).
"Udah selesai Ry?" tanya Anang.
"Udah. Mang kenapa?"
"kok kamu ngga keluar?"
"ntar ah. Mau bikin orang jelous
dulu. Hehehehe"
"Ya udah, aku keluar dulu ya!"
"yupz."
Dan akhirnya aku melanjutkan mengisi
lembar jawabku dengan sedikit rasa risih gara-gara dipantengin sama mantan yang
lagi kurang kerjaan. Sebel. Dan akhirnya aku lupa dengan semua bentuk huruf
hiragana gara-gara konsentrasi pecah. (bukannya emang nggak paham ya ma huruf
hiragana? Dasar Riry o'onz dech...)
*_*
Satu minggu kemudian.
Seperti biasanya. Ingin menjadi anak yang
rajin, (setidaknya biar guru bimbingan konselingku nggak bosen ngeliat aku
selalu dateng terlambat kesekolah) akhirnya ku putuskan untuk berangkat sekolah
lebih pagi dari pada biasanya. Kalau biasanya sih selalu terlambat gara-gara
aku selalu bangun kesiangan. Maklum penyakit yang susah diilangiin.
Seperti biasanya, disekolahan belum ada
siapa-siapa. Mungkin hanya ada beberapa guru yang sudah datang, satpam dan
keluarga penjaga sekolahan yang sudah ada di sekolahan. Ini terlihat dari
parkiran yang masih kosong tak berpenghuni. Hanya motor merah maroon ku saja
yang berkuasa atas parkiran yang sangat luas ini. Selamat ya sayang.
Berjalan seperti orang kurang waras.
Seenag jidat sendiri nyanyi-nyanyi nggak jelas. Melenggang bebas seperti tak
punya dosa. Sungguh mengenaskan. Kasihan sekali kakmu Riry. Ckckckckckckckck
Dan akhirnya aku sampai di lantai dua
gedung B. Gedung yang mempunyai enam kelas. Tiga kelas di lantai dasar dan tiga
kelas dilantai dua. Saat paling menyenangkan adalah berdiri dibalkon depan
kelas sambil ngeliatin langit biru pagi yang indah. Sumpah. Hari ini tangitnya
bagus banget. Jadi pengen terbang. Riry please sadari dirimu tu manusia bukan
capung!!!
Terdengar suara tertawa yang cukup
mengganggu ku. Berasal dari bawah sana. Dan sepertinya aku kenal dengan suara
itu. Tapi siapa? (hadeeeeeh riry, please berhenti mengo'onkan dirimu!).
akhirnya ku beranikan turun ke lantai dasar dengan satu alasan "pura-pura
ke toilet". Cara yang selama ini sangat manjur biar bisa ngeliat keadaan
lantai bawah yang merupakan lantainya anak kelas tiga.
Dari tangga menuju toilet cewek aku dapat
mengamati mereka. Ya. Dugaan ku benar. Sekumpulan kurawa tengah tertawa
terbahak-bahak tanpa aku tahu mereka menertawakan apa. Tapi ada satu yang
membuat ku bingung. Kok dia nggak ketawa ya? Ada apa ya sama dia? (mulai deh
syndrome kepo-nya).
Dan tiba-tiba. Mata ku dan matanya
bertemu. Seakan-akan saling berkomunikasi. Dan berbicara satu sama lain untuk
mengungkapkan isi hati mereka masing-masing. Gubraaaaak. Tergelindinglah aku.
Bodohnya diriku Tuhan????
*_*
Sesaimpainya dikelas.
Badan terasa sakit gara-gara ngegelinding
dari tangga toilet. Untung lantainya baru dipel sama pak Man (cleaning service
plus penjaga sekolahan) dan udah kering. Kalo nggak, bagaimana dengan nasip ku?
Tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi dengan seragamku.
"Jatuh dari mana Ry?" tanya
Kurni.
"hehehe biasa. Lagi pengen salto aja
tadi di toilet." Jawabku dengan ketawa ketiwi padahal jelas banget
kelihatan kesakitan.
"Makannya kalo jalan itu pakai mata
Riry! Jangan pakai dengkul!" ceraham miss english ini.
"Yang bener itu, jalan pake kaki.
Bukan pake mata miss english. Hehehehe"
"dikasih tahu susahnya minta ampun.
Hayo jujur! Tadi jatohnya gara-gara ngeliatin Adi ya? Hahahaha" dia begitu
puas. Ckckckckck
Malunya diriku. Cuman gara-gara ngeliatin
cowok aja bisa ngegelinding di toilet. Parah. Sumpah super parah banget hidup
ku. Hidup sekali aja teledornya setengah mati. Please jangan ketawain aku!!!!
*_*
Akhir tahun.
Sangat berharap untuk dapat melupakan masa
lalu ku dengannya Tuhan. Sangat, sangat dan sangat .berharap. Aku sudah nggak
kuat Tuhan. Nggak kuat nangis malem-malem kayak kunti Tuhan. Nggak kuat paginya
kayak orang cina dengan mata sembab kesekolahan Tuhan. Intinya pengen ngelupain
masalalu aja.
Udah setahun aku mengharapkan kata
maafnya namun sayangnya, kata maaf itu nggak pernah aku dapatkan. Mengenaskan
sangat. Tersiksa saat hari Minggu karna kangen dia. Tersiksa banget pokoknya.
"Ry, kelihatannya kamu masih cinta
ya sama Adi. Dan kayaknya Adi masih cinta ma kamu. Kelihatan tuh dari dia
ngeliatin kamu dan saat kamu ngeliatin dia. Kenapa nggak balikan aja?"
kata Kurni sahabatku saat aku kerumahnya untuk mengerjakan tugas akhir. Karena
awal tahun nanti kami harus praktek kerja lapangan.
"Aku emang masih cinta ma dia. Dia
juga masih cinta kok sama aku. Tapi sayangnya kami udah putus. Untuk balikan
lagi kayaknya udah nggak bisa Ni.lagian udah nggak ada kecocokan antara aku
sama dia. lagian dia kan nanti kalo udah lulus, pergi ke Samarinda ikut om nya
wat kerja. Tahu sendiri kan aku nggak bisa long distance relationship?
Hehehehe"
"Wah sayang ya kalau begitu."
Hening panjang dan kemudian aku pulang
tanpa pamit. Bingung mau ngomong apa.
*_*