Selasa, 29 Mei 2012

bab 1 KEBODOHAN by Riry Fairy


Kebodohan

Hari ini aku ada tes akhir semester empat. Soalnya susah banget. Apa lagi soal akuntansi. Nyerah sebelum baca soalnya. Loh kok? Bahasa jepang juga nggak kalah bikin emosinya. Please bahasa jepang, jangan membuat aku bingung dengan huruf hiraganamu yang sangat sulit dibaca. (huruf jawa aja aku nggak bisa apa lagi huruf hiragana? Tambah nggak bisa.)
Saat berotak atik dengan pensil dan bolpoin membentuk garis yang meliuk-liuk nggak jelas (ciri khas huruf hiragana), shock saat ngeliat diluar udah pada keluar. (hebat banget mereka bisa baca ini huruf. Aku aja belum bisa dari tadi). Al hasil dengan berusaha keras mengingat dengan benar-benar setiap bentuk huruf hiragana, akhirnya saya menulisnya kedalam lembar jawab yang sudah disediakan dengan satu prinsip. Yang penting keisi walaupun kalo dibaca nggak ada artinya. Hahahahaha dasar siswi gila. Jangan dicontoh ya!!!!
Saat ingin mengumpulkan lembar jawab, nggak sengaja aku ngeliat Adi (mantan pacar aku saat aku kelas satu kemarin) duduk memandang kearah ku yang berada di kelas seperti aquarium ini. Saat aku menatapnya dia berlagak tak melihat ku. Saat aku sok sibuk dengan teman sebelah ku yang cowok, dia jelous (terlihat dari tatapannya yang tajam).
"Udah selesai Ry?" tanya Anang.
"Udah. Mang kenapa?"
"kok kamu ngga keluar?"
"ntar ah. Mau bikin orang jelous dulu. Hehehehe"
"Ya udah, aku keluar dulu ya!"
"yupz."
Dan akhirnya aku melanjutkan mengisi lembar jawabku dengan sedikit rasa risih gara-gara dipantengin sama mantan yang lagi kurang kerjaan. Sebel. Dan akhirnya aku lupa dengan semua bentuk huruf hiragana gara-gara konsentrasi pecah. (bukannya emang nggak paham ya ma huruf hiragana? Dasar Riry o'onz dech...)
*_*
Satu minggu kemudian.
Seperti biasanya. Ingin menjadi anak yang rajin, (setidaknya biar guru bimbingan konselingku nggak bosen ngeliat aku selalu dateng terlambat kesekolah) akhirnya ku putuskan untuk berangkat sekolah lebih pagi dari pada biasanya. Kalau biasanya sih selalu terlambat gara-gara aku selalu bangun kesiangan. Maklum penyakit yang susah diilangiin.
Seperti biasanya, disekolahan belum ada siapa-siapa. Mungkin hanya ada beberapa guru yang sudah datang, satpam dan keluarga penjaga sekolahan yang sudah ada di sekolahan. Ini terlihat dari parkiran yang masih kosong tak berpenghuni. Hanya motor merah maroon ku saja yang berkuasa atas parkiran yang sangat luas ini. Selamat ya sayang.
Berjalan seperti orang kurang waras. Seenag jidat sendiri nyanyi-nyanyi nggak jelas. Melenggang bebas seperti tak punya dosa. Sungguh mengenaskan. Kasihan sekali kakmu Riry. Ckckckckckckckck
Dan akhirnya aku sampai di lantai dua gedung B. Gedung yang mempunyai enam kelas. Tiga kelas di lantai dasar dan tiga kelas dilantai dua. Saat paling menyenangkan adalah berdiri dibalkon depan kelas sambil ngeliatin langit biru pagi yang indah. Sumpah. Hari ini tangitnya bagus banget. Jadi pengen terbang. Riry please sadari dirimu tu manusia bukan capung!!!
Terdengar suara tertawa yang cukup mengganggu ku. Berasal dari bawah sana. Dan sepertinya aku kenal dengan suara itu. Tapi siapa? (hadeeeeeh riry, please berhenti mengo'onkan dirimu!). akhirnya ku beranikan turun ke lantai dasar dengan satu alasan "pura-pura ke toilet". Cara yang selama ini sangat manjur biar bisa ngeliat keadaan lantai bawah yang merupakan lantainya anak kelas tiga.
Dari tangga menuju toilet cewek aku dapat mengamati mereka. Ya. Dugaan ku benar. Sekumpulan kurawa tengah tertawa terbahak-bahak tanpa aku tahu mereka menertawakan apa. Tapi ada satu yang membuat ku bingung. Kok dia nggak ketawa ya? Ada apa ya sama dia? (mulai deh syndrome kepo-nya).
Dan tiba-tiba. Mata ku dan matanya bertemu. Seakan-akan saling berkomunikasi. Dan berbicara satu sama lain untuk mengungkapkan isi hati mereka masing-masing. Gubraaaaak. Tergelindinglah aku. Bodohnya diriku Tuhan????
*_*
Sesaimpainya dikelas.
Badan terasa sakit gara-gara ngegelinding dari tangga toilet. Untung lantainya baru dipel sama pak Man (cleaning service plus penjaga sekolahan) dan udah kering. Kalo nggak, bagaimana dengan nasip ku? Tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi dengan seragamku.
"Jatuh dari mana Ry?" tanya Kurni.
"hehehe biasa. Lagi pengen salto aja tadi di toilet." Jawabku dengan ketawa ketiwi padahal jelas banget kelihatan kesakitan.
"Makannya kalo jalan itu pakai mata Riry! Jangan pakai dengkul!" ceraham miss english ini.
"Yang bener itu, jalan pake kaki. Bukan pake mata miss english. Hehehehe"
"dikasih tahu susahnya minta ampun. Hayo jujur! Tadi jatohnya gara-gara ngeliatin Adi ya? Hahahaha" dia begitu puas. Ckckckckck
Malunya diriku. Cuman gara-gara ngeliatin cowok aja bisa ngegelinding di toilet. Parah. Sumpah super parah banget hidup ku. Hidup sekali aja teledornya setengah mati. Please jangan ketawain aku!!!!
*_*
Akhir tahun.
Sangat berharap untuk dapat melupakan masa lalu ku dengannya Tuhan. Sangat, sangat dan sangat .berharap. Aku sudah nggak kuat Tuhan. Nggak kuat nangis malem-malem kayak kunti Tuhan. Nggak kuat paginya kayak orang cina dengan mata sembab kesekolahan Tuhan. Intinya pengen ngelupain masalalu aja.
Udah setahun aku mengharapkan kata maafnya namun sayangnya, kata maaf itu nggak pernah aku dapatkan. Mengenaskan sangat. Tersiksa saat hari Minggu karna kangen dia. Tersiksa banget pokoknya.
"Ry, kelihatannya kamu masih cinta ya sama Adi. Dan kayaknya Adi masih cinta ma kamu. Kelihatan tuh dari dia ngeliatin kamu dan saat kamu ngeliatin dia. Kenapa nggak balikan aja?" kata Kurni sahabatku saat aku kerumahnya untuk mengerjakan tugas akhir. Karena awal tahun nanti kami harus praktek kerja lapangan.
"Aku emang masih cinta ma dia. Dia juga masih cinta kok sama aku. Tapi sayangnya kami udah putus. Untuk balikan lagi kayaknya udah nggak bisa Ni.lagian udah nggak ada kecocokan antara aku sama dia. lagian dia kan nanti kalo udah lulus, pergi ke Samarinda ikut om nya wat kerja. Tahu sendiri kan aku nggak bisa long distance relationship? Hehehehe"
"Wah sayang ya kalau begitu."
Hening panjang dan kemudian aku pulang tanpa pamit. Bingung mau ngomong apa.
*_*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar