Sabtu, 30 November 2013

dari Seno Adi Prasetyo sampai Dhanang Tino Ardhianto

Entahlah.
Saya mau ngomong apa setelah semua saya dapatkan.

Mungkin semua orang menganggap saya adalah orang terberuntung di dunia ini. Hidup saya bahagia-bahagia saja tanpa ada rasanya yang sulit. Tak semua indah. Namun, saya belajar dari masalalu dan menjadi lebih baik meskipun sangat tidak mungkin akan menjadi sempurna. Semua tak semudah yang kamu bayangkan! Hidup saya penuh dengan rasa yang belum tentu kamu rasain :') 
Sejak SMK saya sangat sangat ingin menemukan orang yang tepat (jodoh) untuk pertama kali pacaran. Tapi Allah punya rencana lain. Saya putus sama kakak kelas saya dan kemudian saya hancur perlahan-lahan. Hanya dapat memandangnya diantara pilar-pilar tiang bangunan sekolahan yang belum rampung. Mengintip di sela jendela dengan tatapan nanar . Memandangnya membuat saya sangat sakit. Namun diantara rasa sakit itu, saya belajar untuk menghargai apa yang saya punya dan tidak akan lagi saya lepaskan apa yang saya sayangi. Hingga saat itu datang. Semua berada di tebing tamat. Diantara kesunyian kelas yang tak lagi ramai. Semua tak sama lagi ketika detik-detik kelulusannya. Saya belum ikhlas untuk kehilangan dia. Saya belum ikhlas untuk tidak melihatnya setiap hari. Saya belum ikhlas dengan semua rasa saya yang semakin mengancam saya. Detik itu akhirnya datang. Tak lagi saya melihatnya di depan kelas sembari memandang langit dengan matanya yang indah. Dia belum pergi dan saya tak dapat bertemu dengannya lagi. 
Saya sangat hancur. Entahlah. Hanya ada seorang lelaki yang membuat saya kuat. Senyumannya dan setiap semangat yang ia tularkan pada ku sangatlah terasa. Hidup saya mulai berubah. Perhatiannya membuat saya luluh dan move on. Meski saya selalu menyadarkan diri saya sendiri untuk tidak terlalu berharap bintang dapat saya petik. iya. Mas Agung membuat hidup saya mulai berbeda. Saya kuat dengannya. Hingga saya iyakan saja ajakannya untuk lebih dekat dan terikat oleh suatu hubungan pacaran. 3 Mei 2010. Saya bahagia. Sosoknya yang selalu ceria membuat saya nyaman. Namun saat saya melakukan kesalahan dia berani mengontrol saya. Perjalanan panjajng saya dan Mas Agung tidaklah mudah. hanya dapat bertemu kalau dia libur atau free. Maklum. Dia mahasiswa sewaktu itu. Saya sendiri masih anak SMK kelas III. Mas Agung adalah pacara yang sudah saya bawa kerumah dan saya kenalkan ke bapak saya. Setiap 2 hari sekali dia nengokin kondisi saya dan tidak perduli dengan kondisinya sendiri. Saat itu semua berjalan baik-baik saja. Hingga tiba saatnya semua harus berubah. saat penyakit itu mulai menyerangnya. berulanng kali ia mencoba memutuskan saya. Namun, saya tidak mau. Saya sayang dia bukan hanya saat baik saja. Saya mampu menerimanya apa adanya.  Dia mulai mengerti dan hubungan kami masih baik-baik saja. Lambat laun, mas agung sering harus rawat inap di rumah sakit. Jujur, saya nggak bisa buat nemenin dia karena dia nggak ngizinin saya buat nemenin dia. Hingga akhirnya dia sering ke RS KAriadi untuk chemotherapy. saya mulai bingung, kenapa dia harus kemo. Sedangkan dia tidak pernah mengeluh sama saya kalau dia sakit. Rambutnya yang hitam lambat laun rontok. Setiap saya bercanda denganya dan topinya saya ambil, dia selalu tersenyum. Saat saya melihat rambutnya rontok, dia hanya tersenyum. Dia nggak pernah sakit di hadapan saya. 28 Desember 2010, mas Agung mengajak saya buat hiking ke Gedong songo. dan saya beneran bisa kesana sama dia. Kedewasaannya membuat saya nyaman. Kami sering ngomongin masa depan. Meskipun saat dia mulai pesimis saya selalu ngambek. Saya yakinin dia kalau dia bakalan sembuh. Iya sembuh. untuk pertama kalinya saya liat mas Agung nangis. dan ini untuk kedua kalinya saya denger dia nangis terisak. "dek, aku takut nggak bisa jagain kamu. aku takut kamu bakalan sakit kalau suatu hari nanti aku tiba-tiba pergi".... berulang kali saya yakini ke dia kalau saya terima dia apa adanya. saya nggak bakalan ninggalin dia dalam kondisi apapun! dan tibalah di 3 April 2011. 1 bulan sebelum anniversary yang pertama dan 11 hari sebelum dia 20 tahun. Dia beneran pergi. 
Entah ini gila atau apa namanya. Ini bukan maksud dari hati saya. saat sayamelihat pacar saya yang terbujur kaku di meja. dan melihatnya di bawa kedepan rumah, saya hanya mampu terisak. saat ia dibawa pergi, saya terdiam. ada seorang lelaki yang ada disamping saya. laki-laki asing. entah, rasa apa itu. saya memperhatikannya dan saya ngebatin dia. mata itu membuat saya teduh. Mata yang sama saat mas Agung melihat saya dan memperhatikan saya. siapa laki-laki ini? 
Saya marah. saya benar-benar marah saat saya dapat info kalau mas Agung pacarnya bukan saya. Jelas-jelas yang nemenin mas Agung itu selalu saya! Saya akhirnya kerumah mas agung dan bertanya soal masalah itu sama ibuknya Mas agung. beliau mengatakan tidak. namun orang-orang mengatakan tidak. di rumah itu saya pertama kali di kenalkan smaa cowok yang namanya Dhanang Tino Ardhianto. iya. ini berkat ketidak sengajaan. Wajah itu hampir sama dengan wajah lelaki yang membuat saya ngebatin. namun, tak saya pedulikan. karena dia yang sudah ngomong kalau saya bkan pacarnya ams agung. dan hari itu pula saya tahu bahwa cowok nyebelin ini adalah adek sepupunya mas Agung. dia nyebelin banget. sejak hari itu dia sering sms saya nggak jelas. 
entahlah. mulai kapan saya punya rasa sama orang ini. ini terlalu ajaib. dia membuat saya nyaman. namun sifatnya yang kekanak-kanakan membuat saya jengkel. dan akhirnya di 22 Juni 2011, dia nembak saya "kamu mau nggak jadi ibu dari anak-anak ku nanti?" saya shock. bingung mau ngomong apa. Masak ya iya saya gampang banget nyerahin hidup saya ke orang ini. 30 menit saya mikir dan saya sebetulnya belum siap buat jawab. "Sorry....." dia mulai tertunduk..... saya memikirkan kembali masa depan saya. dan saya mulai menjawab "Sorry aku nggak bisa nolak kamu.". 
yaaaa mulai dari itu kami benar-0benar bersama dan kami mulai jujur. dia sih yg jujur sama saya  kalo emang sebenernya dari keluarga mas agung pgn ngenalin dia sama saya dan dia menolak saya mentah-mentah. 
hmjmmm segala hal itu akan indah pada waktu yang tepat. cinta dapat hadir dimanapun kamu merara dia memang ada :D 
sekian. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar