Rabu, 05 Februari 2014

PERBEDAAN TAK LAGI JADI HALANGAN

INI BUKTINYA!!!!
Yang pakai baju putih dengan aksen warna hitam itu namanya Imelda Makaruku. Orangnya lucu. Tiap menyebrang jalan, dia yang berani jalan duluan. Saya kira dia punya nyawa 9. Ngga ada takutnya. Mungkin karena dia orang Maluku kali ya. Dia itu berasal dari Pulau Seram, Maluku. Agamanya Kristen.
yang ditengah paling cantik sendiri itu namanya Agustina Wicha. Orangnya kalem. Dia lebih hobi jalan-jalan dari pada hobbi belajar kalo menurut saya. Cita-citanya sih dia mau keliling eropa gitu. Dia dati Ketapang, kalbar. Dayak. Agamanya Khirsten Khatolik. 
yang Paling kanan tu ngga usah di bahas! :D

Imel dengan senyumnya

agustiuna wicha dgn senyumannya yg hangat

Nona-nona cantik

Ini saya sama Andri. Rencananya bulan Febuari ini dia menikah. resepsinya april. alhamdulillah

naaaaah ini ketiga sahabat saya dari UKSW 


Sebenernya sih semua tak serumit yang mereka bayangkan ketika harus berhadapan dengan iman yang berbeda-beda. Semasa saling toleransi ya ngga papa. Saya ngga mengharamkan untuk bersahabat dengan teman dgn Iman yang berbeda. Kenapa? karena saya sendiri punya sahabat yang iman nya berbeda dengan saya dan kami masih baik-baik saja. :D
"Lakum dinukum waliyadin - Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku" sesimpel itu sih pegangan saya. Selama saya baik-baik saja dan tidak di ganggu dnegan "Sesuatu" dari mereka maka akan baik-baik saja. yang penting itu....... TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA :D

dari UKSW ke STAIN SALATIGA

Mengingat beberapa bulan yang lalu, tepatnya sih 1 tahun yang lalu, saya bisa sangat bersyukur. Kenapa? 1 Tahun yang lalu saya diambang stress karena lingkungan tempat belajar saya terdahulu. Bukannya mau menjelek-jelekkan tempat saya menuntut ilmu, tapi ini kenyataannya. Suatu tempat yang bagus belum tentu memberikan atmosphere yang bagus pula buat peserta didiknya. Di bulan Januari 2013 silam saya mengatakan tujuan saya berikutnya kepada orang tua saya. "Pak, Aku sudah ndak tahan di UKSW. aku keluar ya?" ungkap saya kepada bapak saya.namun orang tua tidak menyetujui mengingat sudah hampir dua tahun saya mengenyam pendidikan di universitas tersebut. 
Kondisi kelas dan teman yang tidak membuat nyaman. Ketulusan tidak ada artinya. Sementara siapa yang eksis dia yang punya tempat. sementara saya yang biasa, di bully tidak ada habisnya. 
Saya mulai memaksakan diri untuk masuk ke kelas, mendengarkan dosen, tapi hasilnya sama! Saya semakin tidak nyaman. Kondisi ini membuat saya benar-benar frustasi. Hidup saya perlahan hancur. Termasuk percintaan saya. "Apa yang harus saya lakukan?" berulang kali pertanyaan itu saya pikirkan dan saya tanyakan kepada diri saya sendiri. ada dua kemungkinan. 1. saya paksakan dan hasilnya tidak memuaskan bahkan bisa saja membuat saya gangguan jiwa. 2. Berhenti dan mencari passion saya. dengan pemikiran matang-matang, saya memilih opsi kedua. berhenti dan mencari passion saya. Jadi guru ekonomi bukan keinginan saya. Tapi obsesi orang tua saya. 
Berat meninggalkan sahabat saya di UKSW yang sudah 1,5tahun menemani saya. ada Agustina Wicha, Imelda Makaruku dan Andri. Tapi apalah mau di buat, smeentara saya tidak ingin menyakiti diri saya sendiri. 
Beberapa bulan kemudian, saya tertarik dengan salah satu program studi yang baru di buka oleh STAIN SALATIGA. Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA). Sebuah program studi yang di khususkan untuk mencetak guru bagi jenjang pendidikan prasekolah (PAUD). Akhirnya setelah berpikir panjang kedepan, saya mendaftarkan diri. melalui jalur Tes tertulis. Ada 2 program studi yang saya incar, Pendidikan Agama Islam dan PGRA. Tapi saya lebih condong ke PGRA. Kenapa? Saya suka anak kecil. Dunia dimana tak ada masalah berlarut-larut. 
Setelah tes dan dinyatakan di terima di PGRA, saya akhirnya mulai nyaman. Bahkan sangat nyaman dnegan kehidupan saya di PGRA. Teman-teman yang mengkondisikan kelas seperti keluarga, pokoknya atmosphere yang di timbulkan membuat saya betah. 
Tidak dapat di pungkiri, lingkungan tempat belajar menentukan prestasi seorang mahasiswa. Lingkungan yang berathmosphere baik, maka hasilnya baik. Begitu pula sebaliknya. Mungkin saya sedang di kasih kesaksisan yang nyata tentang pendidikan. Bagaimana seorang guru berpengaruh terhadap lingkungan anak didik. Pengalaman yang tidak ada bandingannya. 
Meski di STAIN saya nemu sahabat-sahabat gila saya, tapi saya tidak sedikitpun melupakan sahabat-sahabat saya di UKSW. Saya masih sering bertemu dengan Agustina Wicha dan Imelda untuk sekedar makan bersama. Komunikasipun saya pertahankan sebaik mungkin dengan tanya kabar mereka lewat twitter atau facebook. saya cukup terbantu dnegan sosial media. 
inilah hidup saya. Kadang harus berani bersikap ketika sangat-sangat tidka nyaman. Meskipun akan membuat beberapa hati sakit, namun harus lebih baik selanjutnya.

METAMORFOSIS FITRIA


 Ini adalah metamorfosis saya (emang saya kupu-kupu)
sebenarnya ngga banyak yang berubah. cuma saja, semakin berusia sekian tahun malah semakin gimana gitu tiap liat foto sendiri. bawaaanya jengkel. gegara muka saya yang bulet dan pipi saya yang menggelembung.

ini Foto saya waktu SD. innocent sekali. Padahal sering bikin walikelas jengkel dulu :D
(umur 10-12tahun)

naaaah kalo yang ini foto saya waktu SMP. absurd sekali.rambut panjang dan itu rekor saya. 3 tahun ngga potong rambut :D
(umur 14-15tahun)



ini foto saya waktu SMK. Nah ini sebenernya. rambutnya itu ujah kepanjangan. kalo ngga salah ini foto saya kelas 3 SMK yang lalu. keliatan tomboynya kan?
(17tahun)
dan ini foto saya waktu masih di UKSW. awal-awal masuk kuliah. gendut ya??? itu pipi chubi banget.


(18tahun)
naaaaaaah ini foto saya yang sekarang. jilbabnya lumayan panjang sih sekarang. :) semenjak di STAIN SALATIGA saya banyak perubahan. dari menjauhi celana panjang sampai berpakaian syar'i yang katanya kayak teroris :(
(20tahun)

Setiap orang berhak untuk berubah. Apalagi berubah kearah yang benar. Kearah syariat agama apalagi ;) 
Siap ngga siap, semua akan berubah seiring waktu berjalan. saya percaya bahwa Allah punya jutaan jalan untuk mendekatkan umat-Nya yang lupa jalan :) 
Yaaaa seperti inilah saya. ngga ada yang spesial. bukan muslimah cantik seperti mereka tapi insyaAllah siap untuk slalu memperbaiki diri hingga kain kafan yang menyuruh saya berhenti :)

Salam Sayang dan peluk hangat. 
Fitria






Foto-Foto Absurd with PGRA

KAMI ADALAH MAHASISWA BIASA!

 ini ngeksis sebelum kelas di mulai
(Riza, Titi, Yaya, Erni dan itu saya paling ujung *21 November 2013)
 seminar regional
(27 November 2013)
sebelum masuk kelasnya pak zamroni. bahasa ARAAAAAAB
(13 Desember 2013)
Menggila di pansi gara-gara pak Syukur tidak hadir
(6 Desember 2013)
makan mi ayam
(18 Desember 2013)
ini nyari makan di rumahnya Riza
(20 Desember 2013)
ini waktu saya Observasidi TK Islam Taruna Tama Canden
(13 Januari 2014)

yaaa Inilah potret kebersamaan saya bersama teman2 saya di PGRA. sangat menyenangkan saat membangun ukhuwah. :D

Jujur

Mungkin ini terlalu mainstream. bukan hal yang mudah untuk meninggalkan masa lalu dengan seluruhnya hilang. Itu juga yang saya rasakan. Mencoba meninggalkan,namun sisa dari "meninggalkan" itu masih terasa semakin membuat saya sesak. 
Andai saya punya alat untukk melupakan "cinta masa kecil" saya. Saya pasti sudah sangat bahagia saat ini. namun, bagaimanapun saya berusaha melupakan, semua berakhir sia-sia dengan menyisakan rasa yang makin membuat saya sesak. 
1 tahun yang lalu, menemukannya di dunia maya. Iya. Dia. Dia yang sudah merebut hati saya ketika saya masih sangatlah belia. pertama kalinya bisa tersipu malu dengan makhluk yang di sebut dengan cowo. Entahlah kenapa saya bisa suka sama dia. tapi yang pasti, setiap pertemuan dengan kekaguman yang di pendam itu menyisakan rasa yang begitu sakit. Bahkan sakitnya melebihi rasanya jatuh dari motor. 
Saya sebenarnya ngga ada maksud apa-apa dengan menghubunginya kembali. Meskipun saya tahu bahwa dia tidak akan mengingat siapa saya sebenarnya. Siapa juga yang bakalan ikhlas untuk mengingat anak SMP yang tak punya sedikitpun kelebihan di bandingkan teman sebayanya. Anak SMP yang setiap istirahat bergulat dengan buku-buku perpustakaan. Anak SMP yang tak punya sedikitpun waktu untuk sekedar bersenang-senang dengan teman sebayanya. Namun, ia disapa senyum oleh kakak kelasnya yang selalu dia tunggu. Sesuatu yang membuatnya tersenyum sepulang sekolah. Meskipun dia tak tahu pasti senyuman kakak kelasnya itu ditujukan untuk siapa. 
Tak ada niat untuk memiliki. Tak ada sedikitpun rasa ingin memiliki meskipun saya mencintainya. Why? saya saat itu sudah cukup memiliki senyumannya ketika ia berpapasan sama saya. Selain itu, karena saya cukup sadar diri, cukup tahu diri dengan segala kekurangan saya bila dibandingkan dengan MayD yang saat itu berada disampingnya. Menangis selalu saya lakukan ketika pulang sekolah. Sengaja menjauhi teman saya saat pulang. ngga mau siapapu melihat saya menangis hanya karena cemburu. cukup absurd sekali saat itu. 
Setelah dia "berhenti" dengan MAyd, sesuatu hal yang buruk terjadi kepada saya. Saya beneran di bully habis--habisan sama teman-teman MayD. Saya di bentak-bentak di muka umum tanpa saya tahu penyebabnya apa. "Gara-gara kamu aku hancur..." samar-samar saya mendengar hal itu. Bagaimana saya bisa menghancurkan "milik" orang lain? Sedangkan saya hanya diam dan memandang dari kejauhan? Bagaimana saya bisa memiliki miliknya, sedang saya sepatah berbicara dengan laki-laki itu saja saya tidak pernah? dan sejak saat itu, saya benar-benar belajar untuk semakin diam. Saya menyimpan semuanya sendiri. hingga detik ini. sampai tulisan ini saya buat. Betapa saya dulu menyukai 'mencintai' lelaki itu. Cinta yang entahnya dari mana. Cinta yang tak meminta. 
Setelah dia hilang dan saya menemukannya kembali, semuanya berubah. Saya sudah dikhitbah oleh seorang lelaki yang sudah bersama saya hampir 3 tahun. Sednag kondisi dia, sudah dimiliki oleh wanita lain juga. Jadi, menemukannya merupakan sebuah bonus dari Allah. Allah mungkin sudah bosan dengan cara eyelan saya. Allah mungkin juga sudah bosan dengan cara saya menangis dengan menyebut nama 'buset'. Mungkin. Tapi, mungkin Allah memberikan waktu untuk saya untuk jujur. Jujur untuk sedikit membuka setiap apa yg saya simpan sendiri. 
"maaf, kalau aku berusaha buat mengingat sesuatu yg tdk kmu kenal. maaf juga kalau sikap ku kurang sopan. tapi, aku hanya berusaha jujur dengan siapapun yang pernah aku suka. ngga enak menyimpan sesuatu sampai lebih dr 8 tahun. sesuatu yang tak ada gunanya memag. tapi, siapa tahu setelah jujur, ruang untuk orang asing itu benar2 akan hilang dan ngga bakalan jadi bayang2 ku lagi. skali lagi maaf." akhirnya saya mengirimkan pesan itu ke inbox FB nya. saya ngga peduli dengan segala yang dia akan lakukan selanjutnya. utnuk memutuskan mengirim itu saja saya sudah berantem sama hati saya. 
dan selanjutnya saya ngga akan mengganggu dia lagi dengan mengingatkan dia dengan saya. Si buruk rupa. cukup. selesai. setidaknya hati saya cukup lega walaupun belum sepenuhnya. rasanya pengen ngomong langsung. tapi, ya sudahlah. saya rasa itu tak akan terjadi. siapa saya? saya ini bukan siapa-siapa, dan mungkin saya dulu hanya viguran saja dalam hidupnya. 
Saya belajar jujur. Meski jujur itu sulit rasanya, tapi kalau kita punya niat dan memutuskan untuk melakukannya, ALLAH punya jutaan jalan untuk mewujudkannnya. Diwaktu yang tepat. :)