Akhir-akhir ini hidup ku memudar. Saya tidak peduli dgn adanya "kamu". Saya hanya mengingatmu sesaat lalu terlupakan begitu saja. Saya memang jenuh akan dirimu yang tak juga mengajakku untuk berdampingan menantang hidup. Selebihnya saya terhibur dengan manusia-manusia baru yang hadir dalam hidup ku dan mengisi hidupku perlahan namun pasti.
Alhamdulillah. Segala ucap syukur ku ucapkan untuk setiap manusia yang ku temui. Manusia-manusia dengan agama yang cukup teguh dibandingkan dengan ku. Mereka memiliki basic agama yang begitu kuat.
Teman adalah dunia baruku. Setelah bertahun-tahun hanya berkutat pada namamu. Kini, ku lebarkan sayapku untuk menikmati dunia bersama mereka. Dan saya, bahagia!
"Allah mengumpulkan kita bersama orang yang memiliki qualitas yang sama dengan kita." Ucap seorang dosen saat mengisi sebuah seminar tentang kepribadian.
Ya. Saya mulai percaya dengan ungkapan itu. Bagaimana tidak, saya dikumpulkan dengan orang-orang yang hampir mirip sikapnya dengan saya.
1. Saya dikumpulkan dengan Lucky, Ana, Anis, Liya, Lydia yang dari kelimanya itu somplaaaaaak semua. Kami bisa tertawa dan bercerita tentang banyak hal yang dianggap tabu dan kami bisa berbicara serius. Sering kali terlihat kegilaan-kegilaan yang muncul dengan spontan. Membawa tawa renyah yang cukup menguras tenaga dan membuat perut ku kaku. Pergi kemanapun membunuh jenuh dan mengisi perut. Saya suka berkumpul dengan mereka.
2. Saya dikumpulkan dengan orang-orang yang beragama teguh dan bijak. Saya dari semester 1 memang bukan orang yang suka berkumpul dgn 1 kelompok. Saya bisa masuk dimana saja. Tapi disemester ini, saya lebih dekat dengan Khairiyah Titi dan Fatih Mas'udah. Mereka memiliki agama yang begitu teguh. Bahkan saya lebih sering meminta mereka untuk mengingatkan saya. Adiba (Titi), dia seorang gadis yang memikirkan rasional dulu dari pada hati. Begitupun Fatih. Begitu terbalik dengan saya yang hati dulu baru otak. Tapi berkat mereka, saya jadi lebih dekat dengan Allah. Dengan Adiba, saya suka bercerita tentang hati. Hehehe. Thankyou
3. Bertemu lalu berkenalan dgn orang sholeh. Beberapa hari/minggu yg lalu, tab mention saya diguncang oleh seorang manusia yang entah dari mana asalnya. Apa alasannya untuk "mengikuti" ku di twitter saja saya tidak tahu. Mungkin untuk menambah followernya? Padahal saya nggak suka follow orang yg nggak saya kenal. Hehe. But, dia orang baik, pemikiran pertama saya saat saya mulai berkicau dgnnya. Usianya terpaut 2 thn dibawahku. Namun, isi kepalanya membuatku takjub. Dia tidak seperti laki-laki berusia 20tahun. Dewasa. Sebuah sifat yang jarang ku temui dari semua laki-laki yang ku kenal. Sampai detik ini, kami belum bertemu dgn sengaja dan saling mengenali (padahal 1 kampus, pernah bertemu, dia mengenali saya dan saya tidak mengenalinya) tapi, saya merasa cukup dekat setelah sering berkomunikasi lewat sosmed/sms. Dia asyik diajak ngomong. And what do you know, saya kaget. He is a hafidz. 6tahun dipondokan. Tempat bertanya tentang agama yang cukup bagus untuk dijadikan resensi. Hehehe thanks Wahyu for all time. Sudah menemani saya bikin tugas ampe jam 2 pagi. Mengingatkan semua hal yang mudah terlupakan. Terimakasih juga sudah mengingatkan untuk beribadah lebih rajin dan mengenakan jilbab syar'i. :)
4. Bertemu dan berkumpul dengan para pecinta bumi. Hati saya kacau dan akhirnya saya temukan kebahagiaan tersendiri saat saya menggagahi Andong Peak untuk kali kedua. Kali ini fix, saya nge-camp. Setelah bertahun-tahun lupa rasanya tidur bukan dirumah. Dan saya cukup bersyukur. Bertemu dengan para pecinta alam yang luar biasa. Mereka adalah pendaki gunung yang sangat mencintai indahnya alam indonesia. Kami berkenalan dan saling menyertakan kesamaan cinta alam sebagai pemersatu. Bercengkrama dgn mereka seperti melepas stress yg penuhi kepala dan mengenal tentang spot2 indahnya indonesia yang pernah mereka gagahi. Jujur, saya jadi lebih exited buat muncak ke gunung-gunung yang ada di indonesia. Merasakan sendiri kekuasaan Allah yang indah tanpa batas. Alhamdulillah mereka selalu mengajak saya untuk menggagahi indonesia, karena waktu saya terbatas, jadi saya kadang menolak. InsyaAllah kalau nanti saya mulai senggang, saya bakalan ikut :D
Terimakasih atas keberadaan kalian. Terimakasih Allah untuk segala bentuk pertemuan kami. Semua membawa manfaat yang luar biasa bagi saya. Alhamdulillah, alhamdulillah dan alhamdulillah.
Teman, jangan lelah untuk mengingatkan saya gih?!
Jadi, sudah tahu kan aslinya saya kek apa? :D
Kadang dunia tak sebaik yang kamu kira. Bahkan terkadang dunia tak seburuk yang kamu bayangkan. Lakukan dan nikmati saja. Pelangi akan datang. Tuhan tak akan menciptakan sesuatu tanpa alasan. Mari bercerita bersama saya. Burung kecil yang lahir di hari ke 4 idul fitri. Selamat membaca gih...
Rabu, 10 Juni 2015
Teruntuk Haters, dimanapun Kalian Berada
Manusia. Diciptakan Allah dengan berbagai sifat dan sikap yang dimiliki mereka. Satu sama lain memiliki keistimewaan tersendiri yang telah di rancang oleh Sang Maha Agung. Lalu, apakah ada manusia sempurna? Tidak. Tak adapun satu manusia yang sempurna didunia ini (kecuali nabi dan rassul).
Manusia diciptakan Allah dari tanah liat. Diciptakan dengan berbagai keistimewaan, kelebihan dan juga kekurangan. Sudah sepantasnya kita untuk menyadari dan memaklumi bila ada seorang makhluk yang disebut dengan manusia, memiliki begitu banyak kekurangan atau hal-hal yang negatif. Dan kita juga harus memaklumi dan menyadari bahwa makhluk itupun memiliki kelebihan yang sangat luar biasa dan bahkan kita tidak bisa sehebat dia.
Kita boleh membenci orang. Kita boleh untuk tidak suka dengan seseorang. Tapi, kita harus tetap bijak dalam bersikap. Dengan mencaci maki dia, dengan mengucapkan kata-kata kotor kepadanya, dengan cara kita menjelek-jelekkannya dihalayak ramai, adalah cara yang keliru. Bahkan itu seperti senjata yang akan menyakiti kita. Sama saja hal itu sepertiiiii ya you know, merendahkan diri kita di hadpan orang lain yang mendengar/melihat cacian kita kepada orang itu.
Saya sering melihat orang-orang yang tidak suka kepada seseorang (biasa disebut dgn haters) mempost kata-kata kurang pantas di sosial media yang dapat dibaca siapapun (halayak umum). Jujur, saya cukup tersenyum sembari terbesit nyinyiran bagi mereka. Motifnya apa coba? Toh ya nggak bakalan di tanggepin. Lah, siapa lau mau ditanggepin? Kalo saya yang punya haters juga bakalan saya kacangin mulu.
Cara terbaik saat kita tidak suka dengan orang lain adalah:
1. Kalau kita nggak suka sama cara dia berkicau di twitter, tenang! Twitter ada tab yang tulisannya "unfollow". Klik aja di profil orang itu. Berhenti mengikuti kicauan orang itu setidaknya bisa membuatmu terbebas dari kicauan orang itu.
2. Kalau kamu nggak suka foto-foto dia di instagram, diinstagram juga menyediakan tab "unfollow" kok. Klik aja. Masalah selesai.
3. Kamu nggak suka status-status yang dia post di facebook, kamu bisa remove dia dr pertemanan.
4. Kalau kamu nggak suka dengan personal message yang dia tulis, kamu bisa delete contact (delcon) dia dari daftar contact mu.
See? Sosial media sudah memberimu keleluasaan untuk mengikuti dan tidak mengikuti seseorang. Bila ingin mengikuti, ikuti saja kebaikan orang itu. Bila ingin tidak mengikuti, silahkan. Bila tidak mau mengikuti, itu lebih baik dari pada kamu mengucapkan/menuliskan kata-kata cacian serta makian kepada seseorang yang belum kamu kenal pasti itu....
Teruntuk haters saya (ciyeee Fitria punya haters hahaha), sebaiknya kalian lebih memanfaatkan waktu kalian untuk belajar agama lebih baik. Nggak ada manfaatnya cari info tentang saya dan segala keburukan saya. Nggak bisa di jual di media juga :)
And 1 again, for me, haters is a fans. Saya tahu kamu ingin seperti saya. But, you must know, kamu diciptakan Allah dgn segala kebaikan yang belum tentu saya punya. Tidak ada manusia yang sama. Kembarpun, belum tentu punya kelebihan yang sama teman. :)
Mari belajar untuk menjadi lebih bijak menggunakan sosial media sesuai dgn fungsinya. Serta mari kita mensyukuri setiap kelebihan yang kita miliki. Memaksimalkan segala hal yang kita miliki. :)
Senin, 01 Juni 2015
Pergi saja sekalian!
Aku baru saja menghela nafasku dengan berat. Mendapati kenyataan yang berubah begitu dahsyat. Ku lalui semua apa adanya. Seperti tak terjadi apapun tentang aku dan dia sebelumnya.
Terasa ganjil namun terabaikan. Hati ku benar-benar terombak begitu anehnya. Apakah aku masih akan bertahan?
Ribuan pertanyaan dari semua orang tertanam di kepala ku. Mengenai masa depan, mengenai pernikahan, mengenai rasa dan mengenai semua hal pribadiku. Entahlah, apa gunanya bagi mereka tahu tentang hidup ku yang biasa saja ini?
Malam ini sungguh terasa biasa saja. Hingga ku sadari, hatiku melemah pasti. Disetiap sujud yang ku lakukan, Allah menyentuhku dahsyat. Menggenggam erat tanganku seraya menguatkan hatiku atas apa yang tengah ku lalui. Hingga hatiku terkuatkan pasti.
"Tulang yang patah, meskipun dapat disambung, pasti tidak akan pernah sama" sebuah kalimat yang terus berputar mengitari kepala ku yang mulai payah. Mencoba menyertakan hati dalam menafsirkan tulisan itu dan aku tahu. Itu isi hatimu. Hatimu sudah patah. Meskipun kita jalani semua seperti semula, tidak akan berakhir sama. Rasamu sudah mati untukku. Kalau memang mau pergi, pergi saja sekalian! Nggak usah datang lagi!
Aku mencintaimu dgn sangat. Lalu rasakupun hampir mati karenamu. Lalu apa yg dapat kita lakukan sekarang? Sebaik mungkin aku memperbaiki semua. Berusaha tersenyum saat cincin pertunangan kita kamu lepas. Kamu tahu sesakit apa itu? Akupun pernah melepas cincin ini. Tapi untuk sementara. Menjaga hatimu. Berpikir keras betapa aku menyakiti Bapak yang sudah memasangkan cincin ini di jari manisku. Lalu aku memakainya kembali. Alih-alih hanya untuk orang tua yang sudah menghadirkan mu didunia ini. Orang tua yang sangat aku harapkan bisa menjadi orang tua kedua ku setelah orang tua kandungku. Tapi kini, kita berdiri pada hubungan yang kamu hancurkan.
Pergilah! Bila memang itu mau mu. Bila itu bisa membuatmu bahagia.
Bukan hanya kamu saja yang menjaga hati pasangan selama 4 tahun ini! Apa kamu kira aku tidak menjaga hatimu? Aku membatasi semua lingkupku demi kamu. Sampai aku harus di cacat oleh banyak orang. Sampai aku di anggap pelacur oleh banyak orang. Apa aku pernah mengeluh karena menjaga hatimu?
Jujur, aku lelah dengan hubungan ini.
Mari duduk bersama. Menyelesaikan rasa ini! Agar tidak saling menyakiti. Urusan orang tua, biarlah kita saling menjaga hati mereka dgn menjelaskan dgn kenyataan yang ada. Hatimu sudah bukan milikku.
Selepas dari ku, ku mohon berbahagialah! Raih mimpi mu yang ingin kamu kejar. Cintai Tya mu dengan dahsyat! Anggap saja aku tak pernah ada. Kalau bertemu di jalan, anggap saja tidak pernah bertemu. Berbahagialah Dhanang Tino Ardhianto! Aku slalu mendo'akan mu....
Setelah pergi dari hidupku, aku mohon dengan sangat, jangan pernah kembali lagi walaupun 1 detik saja. Karena kamu akan memporak porandakan kembali hatiku dengan kehadiran mu. Biarkan aku hidup nyaman spt keadaanku saat ini. Bersama teman-teman baru yang menjaga iman ku...
Langganan:
Komentar (Atom)