Senin, 01 Juni 2015

Pergi saja sekalian!

Aku baru saja menghela nafasku dengan berat. Mendapati kenyataan yang berubah begitu dahsyat. Ku lalui semua apa adanya. Seperti tak terjadi apapun tentang aku dan dia sebelumnya. Terasa ganjil namun terabaikan. Hati ku benar-benar terombak begitu anehnya. Apakah aku masih akan bertahan? Ribuan pertanyaan dari semua orang tertanam di kepala ku. Mengenai masa depan, mengenai pernikahan, mengenai rasa dan mengenai semua hal pribadiku. Entahlah, apa gunanya bagi mereka tahu tentang hidup ku yang biasa saja ini? Malam ini sungguh terasa biasa saja. Hingga ku sadari, hatiku melemah pasti. Disetiap sujud yang ku lakukan, Allah menyentuhku dahsyat. Menggenggam erat tanganku seraya menguatkan hatiku atas apa yang tengah ku lalui. Hingga hatiku terkuatkan pasti. "Tulang yang patah, meskipun dapat disambung, pasti tidak akan pernah sama" sebuah kalimat yang terus berputar mengitari kepala ku yang mulai payah. Mencoba menyertakan hati dalam menafsirkan tulisan itu dan aku tahu. Itu isi hatimu. Hatimu sudah patah. Meskipun kita jalani semua seperti semula, tidak akan berakhir sama. Rasamu sudah mati untukku. Kalau memang mau pergi, pergi saja sekalian! Nggak usah datang lagi! Aku mencintaimu dgn sangat. Lalu rasakupun hampir mati karenamu. Lalu apa yg dapat kita lakukan sekarang? Sebaik mungkin aku memperbaiki semua. Berusaha tersenyum saat cincin pertunangan kita kamu lepas. Kamu tahu sesakit apa itu? Akupun pernah melepas cincin ini. Tapi untuk sementara. Menjaga hatimu. Berpikir keras betapa aku menyakiti Bapak yang sudah memasangkan cincin ini di jari manisku. Lalu aku memakainya kembali. Alih-alih hanya untuk orang tua yang sudah menghadirkan mu didunia ini. Orang tua yang sangat aku harapkan bisa menjadi orang tua kedua ku setelah orang tua kandungku. Tapi kini, kita berdiri pada hubungan yang kamu hancurkan. Pergilah! Bila memang itu mau mu. Bila itu bisa membuatmu bahagia. Bukan hanya kamu saja yang menjaga hati pasangan selama 4 tahun ini! Apa kamu kira aku tidak menjaga hatimu? Aku membatasi semua lingkupku demi kamu. Sampai aku harus di cacat oleh banyak orang. Sampai aku di anggap pelacur oleh banyak orang. Apa aku pernah mengeluh karena menjaga hatimu? Jujur, aku lelah dengan hubungan ini. Mari duduk bersama. Menyelesaikan rasa ini! Agar tidak saling menyakiti. Urusan orang tua, biarlah kita saling menjaga hati mereka dgn menjelaskan dgn kenyataan yang ada. Hatimu sudah bukan milikku. Selepas dari ku, ku mohon berbahagialah! Raih mimpi mu yang ingin kamu kejar. Cintai Tya mu dengan dahsyat! Anggap saja aku tak pernah ada. Kalau bertemu di jalan, anggap saja tidak pernah bertemu. Berbahagialah Dhanang Tino Ardhianto! Aku slalu mendo'akan mu.... Setelah pergi dari hidupku, aku mohon dengan sangat, jangan pernah kembali lagi walaupun 1 detik saja. Karena kamu akan memporak porandakan kembali hatiku dengan kehadiran mu. Biarkan aku hidup nyaman spt keadaanku saat ini. Bersama teman-teman baru yang menjaga iman ku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar