....Suara yang belum terlalu ku kenali. Aku hanya tersenyum. Dan aku... Menemukan mu tengah terduduk bersama perempuan (mu). Patah.
Sejak saat itu, aku patah. Tak banyak berharap bisa berjodoh dgn mu.
Kamu laki-laki yang baik. Mencintai masalalu. Seperti dia yang pernah bersama ku 4tahun lamanya. Hanya 1 saran ku, jangan terlalu mencintai masalalu. Why? Karena itu bisa membuatmu jatuh dan kehilangan orang baru. Seperti dia yang kehilangan aku. Akhi, berbahagialah! Tak sedikit perempuan yang jatuh kagum atas mu.
Akhi, terimakasih sudah hadir dalam hidup ku. Membawa jejak baru yang suatu saat nanti dapat ku ceritakan kepada Abdurrahman kalau ibunya pernah menemukan pendaki yang taat sholatnya.
Akhi, jujur, aku bahagia saat berhari-hari kamu tidak menghubungiku. Why? Disana rasaku lebih nyaman dan tidak berharap padamu. Terimakasih atas tawaran untuk nanjak berjama'ah. Tapi maaf, aku belum bisa. Alasan yang ku ungkapkan adalah alasan nyata. Tapi dibalik itu, ada alasan lain yang tak pernah bisa aku ungkapkan. Aku takut jatuh hati padamu....
Terimakasih 3142mdpl atas pertemuan manis, jatuh hati yang manis, kekecewaan yang pahit dan kenangan yang ada.
Someday, saya ingin kembali ketempat yang sama. Bersama kisah yang berbeda. Kali itu, aku bersama mahram ku dan bahagia... Amin amin amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar