Selasa, 17 November 2015

kepo sama ta'aruf aaah...

Assalamu’alaikum
Salam semangat dan salam ceria. Jangan lupa senyumnya. ^_^
Saya kali ini mau bahas mengenai ta’aruf. Siapa yang mau kepo? Mari kita bahas bersama. :D
menurut Wikipedia, ta’aruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bisa bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu kerumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Namun pada masa ini ta’aruf biasa dikerucutkan dengan definisi perkenalan untuk mendapatkan jodoh.
 Ta’aruf itu yang gimana Ri? Belum jelas. Hehe saya masih minim ilmu ini. Tapi insyaAllah semoga jawaban saya ini bener. Ta’aruf itu masa perkenalan untuk dua orang yang sudah siap menikah. Siap menikah disini yaitu dia sudah siap menikah kapanpun meskipun dalam hitungan hari ataupun bulan. Yang pasti bukan hitungan tahun gih, nanti dikira kredit motor kalau ta'arufnya bertahun-tahun hehehe. singkatnya, ta’aruf itu untuk perkenalan akhwat dan ikhwan sebelum menikah. Dicatat ya, SUDAH SIAP MENIKAH.
Adakah tahapan-tahapannya? Iya. Ada. Mari disimak. Berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam ta’aruf.
Pertukaran biodata
Dalam proses ta’aruf ikhwan dan akhwat diminta untuk menulis biodata dan akan diserahkan kepada mediator. Mediator ini akan memberikan biodata akhwat kepada ikhwan. Setelah pihak dari si ikhwan menyetujui untuk berkenalan dengan si akhwat, mediator akan memberikan biodata si ikhwan kepada akhwat. Biodata berisi info pribadi. Seperti saat kita melamar pekerjaan. Tapi ditambahi dengan konten visi misi pernikahan. Kalau cocok, lanjut!
Mempersiapkan informasi tentang pribadi dan keluarganya.
Tahapan ini lebih mengarah ke cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai ikhwan/akhwt serta keluarganya seperti apa. Hal ini bisa di lakukan dengan bantuan informan. Hal ini bisa ditanyakan juga dari teman-teman, tetangga, atau siapapun yang sekiranya dapat memberikan info yang akurat nan netral mengenai akhwat/ikhwan tersebut. Kalau cocok, lanjut!
Perkenalan keluarga (silaturahmi)
Biasanya hal ini dilakukan oleh pihak ikhwan yang mendatangi rumah sang akhwat. Boleh membawa teman ataupun orang tua langsung bagi yg ikhwan. Bagi sang akhwat, harus didampingi mahramnya. Disini akan terjadi perkenalan lebih dalam. Dianjurkan untuk tidak ada kebohongan sedikitpun dan tidak boleh ada paksaan. Kalau dirasa cocok lagi, lanjutkan!
  Saling memahami (tafahum)
Tahapan ini yaitu kedua belah pihak saling memperkenalkan diri secara terperinci. Agar kedua pihak saling mengetahui apa kesukaan, apa yang tidak disukai, apa kebiasaannya, apakahjh kegemarannya dan masih banyak yang lainnya. Kalau lagi-lagi cocok dan bisa saling memahami, lanjutkan.
Khitbah
Alhamdulillah memasuki fase terakhir dari ta’aruf. Ciye ciye. Hehehe khitbah menurut Dr. Wahbah Az-Zuhaili, khitbah yaitu kegiatan untuk menampakkan keinginan menikah pada diri seseorang terhadap seorang wanita tertentu dengan memberitahu wanita yang dimaksud atau keluarganya (walinya).
Yang missed yaitu mengenai waktu ta’aruf. Waktu ta’aruf itu masih jadi perbincangan karena tidak ada patokannya. Namun dari beberapa literature yang pernah saya baca, ta’aruf maksimal dilakukan dalam waktu 12 pekan. Sebentar… sebentar… sebentar… jangan pada gelisah dulu! Jangan ada yang complain dulu gih! Ada juga yang mengatakan ta’aruf itu maksimal 6 bulan. Tapi sesuai keyakinan saja. kalau saya lebih memilih yang 3 bulan. Yang sudah pasti, saya sebutkan diatas, ta’aruf tidak bertahun-tahun. :D
Kenapa harus 12 pekan? apa tidak tergesa-gesa? Untuk saya, 12 pekan adalah waktu yang cukup untuk mengenali seseorang. 12x7 hari, coba itung aja jumlah hari yang kita gunakan untuk mengenali seseorang. Diwaktu sekian puluh hari itu, kita pasti udah puyeng "mau nanya apa lagi? Lha wong sudah ditanyakan semua". Didalam kurun waktu 84 hari itu kita bisa tahu semua hal yang pengen kita tahu. Diwaktu itu juga kita bisa istikharah sehebat-hebatnya sama Allah. Kalau memang cocok, lanjut ke khitbah lalu menikah. Kalau nggak cocok, kapanpun bisa mengundurkan diri.
Kenapa sih harus 12 pekan? Segerakanlah niat baik. Kalaupun 12 pekan itu gagal, hatinya nggak sakit-sakit bgt. Hehehe. Cukup itu saja untuk pertanyaan ngeyel. :P
Apakah ta'aruf selalu berhasil? Tidak. Banyak kok ta'aruf yg gagal. Khusnudzon aja. Belum jodohnya, mau diganti sama Allah dgn jodoh yang lebih baik. Tapi juga dicatat ya, ta'aruf boleh dibatalkan sekiranya ada alasan syar'i. Kalau nggak ada alasan syar'i untuk membatalkan, siap-siap kehilangan bidadari/bidadara dunia dan siap-siap galau.
Inti dari ta'aruf adalah perkenalan dgn tujuan pernikahan. Disana kita harus banyak-banyak berserah ke Allah. Apapun hasilnya, pasrah sama Allah. Ikhlas. Ikhlas memberi, ikhlas menerima dan melepaskan. Jangan baper sama yg dita'arufin ya. :D
Semoga tulisan kali ini bermanfaat gih. Bermanfaat bagi saya dan bermanfaat pula bagi yang sudah baca. Say no to pacaran, say yes to ta’auf. INGET!!!! Ta’aruf itu bagi yang sudah siap nikah, bukan yang belum siap nikah :D
Wassalamu’alaikum.

Salam hangat,
Riri

1 komentar: