Selasa, 26 Mei 2015

Di Cintai, Di Sayangi, Di Kasihi Kekasih Abadi

Hmmm bingung mau cerita dari mana. Sungguh, Allah Maha Ajaib.
Betahun-tahun hidup diantara iya dan tidak. Menjalani saja sesuai ritme air yang mengalir. Sesekali terjatuh pada ruang hampa yang menyesakkan dan sesekali mati ditikam senjata. Menyusuri jalanan tak pasti yang menyisakan sesak yang tak kunjung reda. Hati ku lelah. Berlayar tak tentu arah.
Kakiku mulai lelah untuk berpijak. Air mataku mulai mendesak untuk tak berhenti keluar. Ku inginkan kepastian yang tak kunjung tiba. Bukan. Bukan cara yang sama seperti dulu. Bukan!
Hatiku bergejolak hebat. Kecewa dengan semua yang ada. Berusaha berontak untuk segera keluar atau malah ditinggalkan. Aku siap hadapi itu semua! Aku siap.
"Ibuk, saya minta maaf atas kesalahan saya selama 4tahun ini." Ungkap ku kepada perempuan setengah baya yang sudah ku anggap sebagai ibuku itu.
"Iya mbak. Mbak Fitri ndak salah apa-apa. Kami orang tua belum tentu benar. Sing sabar." Petuah yang keluar dari perempuan itu seraya diakhiri helaan nafas panjang.
Aku yakin, beliaupun tidak siap dengan kedatangan ku yang tiba-tiba. Ditunjang dengan raut wajahku yang sendu karena kecewa. Terpapar jingganya senja yang mulai menuruni singgasananya.
Senja itu ku yakini sebagai hari terakhir mereka mengenalku sebagai perempuan yang sudah mengganggu kehidupan keluarga mereka. Sudah tekatku, ini terakhir kali bagiku mengusahakan. Selanjutnya, biarlah Allah yang menuliskan kisah ini.
Suara adzan berkumandang. Ku yakinkan hati untuk meninggalkan keluarga itu dan meyakinkan hatiku tentang hijrah yang akan ku lalui kedepannya. Langkah kakiku berhenti disebuah masjid agung di kawasan IAIN Salatiga. Langkahku gontai. Air mata tak juga hilang dari sudut mataku. Payah.
Berulang kali kening ku menyentuh sajadah dibarisan makmum putri, dilantai 3 masjid Darul Amal Salatiga. Hatiku tenang. Hatiku nyaman. ku tengadahkan kedua tanganku seraya berdo'a. Agar hatiku dikuatkan. Agar hatiku di sabarkan. Atas setiap ketidak nyamanan yg dirasa. Atas setiap rasa abu-abu yang menyerang. Dan hati yang mengaku kalah dan menyerah. Air mataku tumpah. Seakan mengakui kekalahan yang sudah berada didepan mata. Bertahun-tahun membuktikan bahwa bersama lebih bahagia dan mengambil hati kedua orang tua. Dan kali ini, kalah. Aku kalah terhadap janji dunia. Aku kalah terhadap hatiku yang terlalu berharap bahwa aku bisa segera terikat dalam janji suci bersma lelaki yang usianya terpaut lebih tua 4 bulan dari usiaku. Yang sudah bertahun-tahun menerima segala macam bentuk ke-absurd-an yang kumiliki.
Sejak saat itu, hatiku terpasrahkan. Kepada Sang Penulis Naskah yang begitu ajaib dengan cerita yang Ia hadirkan untuk ku jalani. Cerita yang membawaku pada titik "hanya Allah yang ku punyai". Sudah bertahun-tahun aku berusaha sekuat ku. Sebisaku. Dan kali ini, hanya doa yang dapat ku lakukan dan ku andalkan. Bukan lagi langkah kakiku yang mulai goyah.
Sesungguhnya, menikah adalah setiap keinginan yang berhasil aku tumpuk selama bertahun-tahun yang lalu. Sebelum hatiku ku berikan kepada lelaki itu. Tapi, aku menerimanya. Semua tak seindah kelihatannya.
 Dan kali ini. Titik balik dari seorang Cici Fitria. Masa dimana hatiku benar-benar ku berikan kepada Sang Khalik. Menetralkan hatiku untuk manusia. Ku bangun bentuk taat ku kepada Allah Azza Wa Jalla. Memulai dari 0. Mentaatkan diri pada syariat agama, memperbaiki diri, memperbaiki diri dan memperbaiki diri.
Jodoh adalah hak prerogatif Allah Azza Wa Jalla. Manusia hanya dapat mengusahakan saja. Lagi pula, grade A akan dapat grade A (janji Allah di surat An Nur 26). So, this time for me for make my life lebih bermanfaat dan lebih baik. Memperbaiki relationship ku kepada Sang Maha.
Syech Mahmoud say "Allah sudah menciptakan setiap nama dengan jodohnya masing-masing. Manusia hanya perlu memperbaiki akhlaknya dan hubungannya kepada Allah Sang Maha Pencipta. Allah akan memberikan jodoh kepada mu disaat kamu sudah siap. Semua itu hanya perkara waktu saja."
Dan sampai detik ini, hati ku dibahagiakan Allah dengan setiap nikmat yang diberikan. Allah berlari menuju ku, karena aku berlari menuju-Nya.
Kawan, bila jodoh belum datang, mari istiqomah perbaiki qualitas diri kita dulu... ;)
Semoga bermanfaat hihihi
*riwil tenan Fitria ki*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar