Malam semakin larut. Kepala ku terdiam. Mata ku memandang langit-langit yang tinggi. Namun, ada otakku yang terus bertawaf dengan semua yang ada dalam pikiran. Sejatinya aku terdiam. Tapi, sebenarnya terbang melayang.
Helaan nafas panjang mengiringi setiap kedipan mataku yang mulai terasa lebih perih. Tengah malam, hatiku gundah bukan kepalang. Sejenak aku terdiam dan fokus memandangi wajah diri dicermin. "Ah, tak ada yang aneh diwajahku. Cukup cantik. Memang agak lebih hitam dibandingkan dulu. Mungkin efek dari hobby ku mendaki." Hanya itu yang terucap dalam hatiku. Lalu, aku pun menghela nafas panjang kembali.
Usia ku tidak lagi remaja. Sudah kepala 2 lebih 2 tahun. Tahun depan, usiaku sudah 23 tahun. Teman-teman seusiaku mungkin saat ini sedang disibukkan dengan urusan dapur mereka, suami dan pekerjaan. Sedangkan aku, masih berkutat dgn pendidikan dan masa sendiri yang baru memasuki bulan ketiga. Seperti dua sahabat ku Mbak Dian yang tengah berjuang habis-habisan demi 2 detak. Lydia yang mulai terlihat menggemuk seiring bertambah bulannya si jabang bayi yg ada dalam perutnya. Dan Erni yg tengah berbahagia dengan segala polah lucu Adam. Aku? Sendiri. Lalu muncul pertanyaan dalam hati yang cukup menyesakkan, "Kapan aku akan menikah? Kenapa jodoh begitu jauh?"
Berulang kali membaca artikel dan membahas tentang jodoh bersama sahabat-sahabat ku yang juga tengah menikmati masa sendiri. Hati mulai berkata, "ini yang terbaik bagimu Ri!".
Sejak memutuskan untuk single/jomblo/tdk berpasangan, sudah bulat tekat saya untuk tidak pacaran lagi. Why? Because saya ingin menikmati kesendirian saya ini dengan memperbaiki apapun yang bisa saya perbaiki. Walaupun tidak dapat ditampik, semua terasa sepi saat tidak lagi ada seseorang yang bisa diajak jalan-jalan atau bercengkrama dgn hangat. Tapi itu lebih baik sih. Sendiri membuat saya sadar bahwa saya masih punya sahabat-sahabat yang luar biasa.
Nanjak kesana kemari. Mendapati pendaki-pendaki yang nanjak bareng sama pacarnya. Bikin pengen? Sangat! Huhuhuhu kapan ya saya bisa nanjak sama mahram saya? ):
Hobby saya memang sedikit mainstream. Jalan kaki berjam-jam. Nanjak ke gunung. Pake rok dan jilbab lebar. Tidak jarang saya jatuh atau ketemu sama track yang ajib. Ada yang nolong? Ada sih yang nolong. Tapi saya tolak. Why? Bukan muhrim. Jadi bisa ngerti dong perjuangan saya macam apa? Tapi disanalah saya mengerti satu hal, saya benar-benar mandiri. Berdiri di atas kaki saya sendiri.
Sekarang. Kepala ku kembali mengingat tentang jodoh. Mendadak kepala ku lebih pening ketika mendapati hal tersebut berputar mengitari kepalaku.
"Nok, kamu kapan nikah?"
"Ri, kamu kapan nyusul?"
"Masih jomblo juga?"
Pertanyaan kayak gitu emang ngerusak mood. Pengen teriak buat jawabnya.
"KAPAN-KAPAN SAYA NIKAHNYA. DOAIN DONG MOGA AJA SEBENTAR LAGI SAYA NIKAH!!!"
"NYUSUL NIKAH? DOAIN AJA DEH!"
"IYE, SAYA EMANG MASIH SENDIRI."
Tapiiiiii ada 1 hal yang membuat saya tertegun dan sedikit nyesek melebihi itu semua. Saya macam anak orang yang nggak percaya sama ajaibnya Gusti Allah. Soal jodoh kan udah di tulis sama Allah di lauhul mahfudz ku, jadi kenapa harus galau cuma gara-gara jodoh?
Mungkin yang memiliki perasaan seperti saya ini banyak sekali. Apalagi yang perempuan-perempuan duapuluhan tahun yang belum juga mendapati jodohnya.
What do you know girls, Allah tengah menjaga kita dari segala macam maksiat dan segala macam kemudhorotan. And one again, Allah tengah mempersiapkan seseorang yang begitu luar biasa akhlak nan teguh imannya untuk kita (itupun kalau kita memperbaiki akhlak dan agama kita). Seperti disurat An Nur 26 ukhti. Laki-laki keji untuk perempuan keji, perempuan keji untuk laki-laki keji dan perempuan baik untuk laki-laki baik, laki-laki baik untuk perempuan baik ukhti. Luar biasa bukan imbalannya? Dengak kesendirian kita ini ukhti, ternyata adalah tanda Allah sayang kita, Allah ingin menjaga kita untuk yang terbaik.
Dan apa tugas kita saat ini girls? Ada yang tahu? Menikmati tugas sebagai muslimah. Memperbaiki keimanan plus akhlak, berbakti kepada orang tua, menuntut ilmu sebanyak mungkin, and then bersilaturahmi dengan banyak orang
So, jangan galau karena masih sendiri ukhti. Allah selalu bersama kita. Kita tidak pernah sendiri kok. Semangat ya ukhti-ukhti cantik.
Salam sayang.
Riry.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar