Jumat, 17 Oktober 2014

#hati teman part 02




Pagi-pagi sudah menyeduh teh. Sedikit manis. Selaras dengan hati yang tengah berbunga-bunga. Berkat restu yang sudah berada ditangan. Tapi, jangan membicarakan pernikahan! Masih butuh waktu setidaknya satu tahunan untuk mewujukannya.
“Fit, jangan lupa nanti kita buat tugas di rumahnya U ya”. Sebait pesan singkat yang menerobos handphone milikku.
Mandi sudah, minum teh sudah. Apa ya yang belum? Dan ternyata. Baju yang akan ku kenakan belumlah tergosok rapi. Masih bertengger di dalam tumpukan hasil cucian yang terkumpul selama satu minggu. Secepat kilat pakaian ku rapi setelah disetrika. Cuuuus berangkat.
Jalanan Salatiga Semarang lebih jengkelin kali ini. macetnya lebih parah dari pada malam minggu! Macet!!! Udah panas, macet pula. Nasip.
Setelah hampir setengah jam bergumul dnegan panasnya jalanan dan panasnya pake masker dan sarung tangan. Aku dan Ayum sampai di rumah Fafa. Ini kali pertama ku kerumah Fafa.
Sudah dzuhur. Perut lapar. Fafa dan Ana menyiapkan tugas di ruang tengah. Aku dan Ayum berkutat dengan mie instant dan segala bentuk keriweuhan masak.
“Fit, aku galau” ungkap Ayum dengan menuangkan mie ke dalam air mendidih.
“kenapa?” sibuk dengan seledri dan kawan-kawannya.
“Itu toh aku habis buka account facebooknya pacarku. Sakit hati aku.” ungkapnya.
“emang kenapa?”
“ya tu loh. Mas Nirwan itu kok ya ganjen banget sama adik sahabatnya dia. Mana si ceweknya juga ganjen. Aku jadi takut.” Ia tertunduk. “kamu enak Fit, punya pacar kek Tino.” Tambahnya.
“emang udah nemu buktinya?”
“dia BBM-an sama cewek itu juga gimna gitu aku bacanya. Sakit aku Fit.”
Sesi curhatpun terhenti akibat waktu yang tak terasa berlalu. Mie instan siap utnuk di santap berjama’ah.
***
Sekelumit cerita mengenai curhatan seorang kawan.
Orang Indonesia ini sungguh lucu dan menggemaskan. *cubitin satu-satu* *ciumin juga*.  Kadang kita merasa kalau isah sedih itu Cuma mampir kekita ajah. Dari pacar yang selingkuhlah, pacar yang masih ganjen sama cewek or cowok lainlah, pokoknya macem-macem. Biasanya emang karena pacar kita ada idaman lagi sih pokok ceritanya.
Salahnya orang Indonesia itu (menurutku) Cuma 1. Melihat orang lain “baik-baik saja” karena kisahnya yang “kelihatan” lancar lalu dibandingkan sama kisah diri sendiri yang lagi kacau. Nyebelin ya? Iya. Banget!
Aku selalu gemes sama orang yang selalu bilang “kisah kamu enak ya” “kamu enak dapet dia yang nggak selingkuh” “kamu bahagia sih, aku enggak”. “Kamu nggak pernah ngalamin kek aku. sakit!” *nyemilin popcorn. Sesi drama dimulai* helooooow. Emang aku seberuntung itu ya? Amiiiiin!!!! Aku tak sebentung seperti yang kalian pikirkan! Untuk mendapatkan A B C sampai Z yang “baik-baik” saja dan “sempurna” seperti ini tak semudah yang kalian pikirkan. Banyak hal yang harus di perjuangkan sampai titik darah penghabisan.
Tak ada gading yang tak retak. Seperti itulah yang aku alami. Tak ada hubungan yang “baik-baik” saja tanpa ada perjuangannya. Aku manusia yang normal dan Tino juga manusia yang normal. Kami sama-sama ada khilafnya. Tak sekali dua kali hubungan ini hampir berakhir. Tak satu dua kali kami saling mempertahankan ego. Tapi, kami sama-sama menguatkan. Sejalan dnegan berjalannya waktu, dewasa dalam berhubungan itu pasti tumbuh dihati sepasang kekasih yang sudah bertahun-tahun saling mempertahankan hati. Adanya keinginan menikah dan “benar-benar memiliki” juga berperan penting.
Kamu nggak sendirian kalo di khianati. Kamu nggak sendirian kalo di sakiti. Kamu nggak pernah sendirian. Yang jauh lebih parah, banyak! Itu mengenai kamu bisa berbesar hati menerima keadaan dan saling introspeksi atau saling mengabaikan dan menutup rapat privasi atau bisa saling mempertahankan dengan memperbaiki atau tidak. Pokoknya jangan membandingkan apa yang kamu rasakan dengan orang lain yang kamu kira “baik-baik” saja. Kamu nggak tahu bagaimana dia bisa bertahan. Kamu nggak tahu seberapa berat yang dia alami. Bahkan lebih dari kamu!
Jalani saja! Toh jodoh tak akan tertukar. Kalo jodoh ya lanjut. Kalo bukan jodoh yaaa nanti juga dikasih yang terbaik sama Allah. Sesimple itu sih nasehat ku. jodoh itu kita sendiri yang menentukan. Banyak jodoh untuk kita. Tapi, hasil akhirnya kita sendiri yang memilih. Yang gradenya A, B, C sampai Z pun semuanya ada. Kalo kamu gradenya A, pasti dapet yang gradenya A juga.
Janji Allah kepada umat-Nya sangat luar biasa. laki-laki yang baik, untuk perempuan yang baik. Perempua yang baik, untuk laki-laki yang baik. Begitu juga sebaliknya. Trus apa lagi yang jadi ganjalan bagimu? Jodoh itu mengikuti kita. So, nggak usah takut quota jodoh kehabisan ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar