Pagi-pagi sudah
menyeduh teh. Sedikit manis. Selaras dengan hati yang tengah berbunga-bunga.
Berkat restu yang sudah berada ditangan. Tapi, jangan membicarakan pernikahan!
Masih butuh waktu setidaknya satu tahunan untuk mewujukannya.
“Fit, jangan
lupa nanti kita buat tugas di rumahnya U ya”. Sebait pesan singkat yang
menerobos handphone milikku.
Mandi sudah,
minum teh sudah. Apa ya yang belum? Dan ternyata. Baju yang akan ku kenakan
belumlah tergosok rapi. Masih bertengger di dalam tumpukan hasil cucian yang
terkumpul selama satu minggu. Secepat kilat pakaian ku rapi setelah disetrika.
Cuuuus berangkat.
Jalanan Salatiga
Semarang lebih jengkelin kali ini. macetnya lebih parah dari pada malam minggu!
Macet!!! Udah panas, macet pula. Nasip.
Setelah hampir
setengah jam bergumul dnegan panasnya jalanan dan panasnya pake masker dan
sarung tangan. Aku dan Ayum sampai di rumah Fafa. Ini kali pertama ku kerumah
Fafa.
Sudah dzuhur.
Perut lapar. Fafa dan Ana menyiapkan tugas di ruang tengah. Aku dan Ayum
berkutat dengan mie instant dan segala bentuk keriweuhan masak.
“Fit, aku galau”
ungkap Ayum dengan menuangkan mie ke dalam air mendidih.
“kenapa?” sibuk
dengan seledri dan kawan-kawannya.
“Itu toh aku
habis buka account facebooknya
pacarku. Sakit hati aku.” ungkapnya.
“emang kenapa?”
“ya tu loh. Mas
Nirwan itu kok ya ganjen banget sama adik sahabatnya dia. Mana si ceweknya juga
ganjen. Aku jadi takut.” Ia tertunduk. “kamu enak Fit, punya pacar kek Tino.”
Tambahnya.
“emang udah nemu
buktinya?”
“dia BBM-an sama
cewek itu juga gimna gitu aku bacanya. Sakit aku Fit.”
Sesi curhatpun
terhenti akibat waktu yang tak terasa berlalu. Mie instan siap utnuk di santap
berjama’ah.
***
Sekelumit cerita
mengenai curhatan seorang kawan.
Orang Indonesia ini
sungguh lucu dan menggemaskan. *cubitin satu-satu* *ciumin juga*. Kadang kita merasa kalau isah sedih itu Cuma
mampir kekita ajah. Dari pacar yang selingkuhlah, pacar yang masih ganjen sama
cewek or cowok lainlah, pokoknya macem-macem. Biasanya emang karena pacar kita
ada idaman lagi sih pokok ceritanya.
Salahnya orang
Indonesia itu (menurutku) Cuma 1. Melihat orang lain “baik-baik saja” karena
kisahnya yang “kelihatan” lancar lalu dibandingkan sama kisah diri sendiri yang
lagi kacau. Nyebelin ya? Iya. Banget!
Aku selalu gemes
sama orang yang selalu bilang “kisah kamu enak ya” “kamu enak dapet dia yang
nggak selingkuh” “kamu bahagia sih, aku enggak”. “Kamu nggak pernah ngalamin
kek aku. sakit!” *nyemilin popcorn. Sesi drama dimulai* helooooow. Emang aku
seberuntung itu ya? Amiiiiin!!!! Aku tak sebentung seperti yang kalian
pikirkan! Untuk mendapatkan A B C sampai Z yang “baik-baik” saja dan “sempurna”
seperti ini tak semudah yang kalian pikirkan. Banyak hal yang harus di
perjuangkan sampai titik darah penghabisan.
Tak ada gading
yang tak retak. Seperti itulah yang aku alami. Tak ada hubungan yang
“baik-baik” saja tanpa ada perjuangannya. Aku manusia yang normal dan Tino juga
manusia yang normal. Kami sama-sama ada khilafnya. Tak sekali dua kali hubungan
ini hampir berakhir. Tak satu dua kali kami saling mempertahankan ego. Tapi,
kami sama-sama menguatkan. Sejalan dnegan berjalannya waktu, dewasa dalam
berhubungan itu pasti tumbuh dihati sepasang kekasih yang sudah bertahun-tahun
saling mempertahankan hati. Adanya keinginan menikah dan “benar-benar memiliki”
juga berperan penting.
Kamu nggak
sendirian kalo di khianati. Kamu nggak sendirian kalo di sakiti. Kamu nggak
pernah sendirian. Yang jauh lebih parah, banyak! Itu mengenai kamu bisa
berbesar hati menerima keadaan dan saling introspeksi atau saling mengabaikan
dan menutup rapat privasi atau bisa saling mempertahankan dengan memperbaiki
atau tidak. Pokoknya jangan membandingkan apa yang kamu rasakan dengan orang
lain yang kamu kira “baik-baik” saja. Kamu nggak tahu bagaimana dia bisa
bertahan. Kamu nggak tahu seberapa berat yang dia alami. Bahkan lebih dari
kamu!
Jalani saja! Toh
jodoh tak akan tertukar. Kalo jodoh ya lanjut. Kalo bukan jodoh yaaa nanti juga
dikasih yang terbaik sama Allah. Sesimple itu sih nasehat ku. jodoh itu kita
sendiri yang menentukan. Banyak jodoh untuk kita. Tapi, hasil akhirnya kita
sendiri yang memilih. Yang gradenya A, B, C sampai Z pun semuanya ada. Kalo
kamu gradenya A, pasti dapet yang gradenya A juga.
Janji Allah
kepada umat-Nya sangat luar biasa. laki-laki yang baik, untuk perempuan yang
baik. Perempua yang baik, untuk laki-laki yang baik. Begitu juga sebaliknya.
Trus apa lagi yang jadi ganjalan bagimu? Jodoh itu mengikuti kita. So, nggak
usah takut quota jodoh kehabisan ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar