Jumat, 17 Oktober 2014

soal make-up



Pagi-pagi. Lagi enak-enaknya nonton infotainment. Maklum. Sini masih jadi manusia. Jadi sifat cewek pun masih melekat didalam diri. Karena aku masih termasuk remaja (remaja akhir woooy!) jadi masih akrab banget sama “dikit-dikit update di facebook” dan akhirnya ada sebuah tema menarik yang menurutku patut untuk di bahas. Tentang makeup.
Sebenernya sih nggak ada yang salah sama makeup. Apalagi buat ku yang  sedikit tomboy. Tapi, akhir-akhir ini agak risih dengan beberapa manusia setengah absurd yang mulai mengenakan eyeshadow dan lipstick ngeping abiiieeez. Sedikit merusak mata aja sih kesannya. Apalagi untuk kuliah. Kesannya malah mau kekondangan.
“sebenernya sih bedakan ngga usah menor juga. Penting ngga kelihatan mengkilap aja sih mukanya” sebait epigram yang ku tulis di dinding account facebook pribadiku.
 Aku bukan penganut anti bedak ataupun anti makeup. Sumpah deh. Soalnya kalau ngajar or kuliah aku pasti tetep bedakan. Sebenernya sih ngga ada alasan lain buat bedakan kecuali biar muka nggak rusak. You know lah. Dari pagi ampe maghriub berkutat sama segala macam polusi jalanan. Apa kabar muka ku coba?
Pagi-pagi sebelum ngajar pasti udah pak eserum lightening nya wardah. Ditumpuk lagi sama krim siangnya wardah. Abis itu pake BB creamnya wardah. Baru deh pakai bedak padat. Itu sih buat ikhtiar. Bukan adanya maksud buat mutihin wajah. Aku suka dengan wajah yang terawat. Kesannya bersih. Lagi pula, aku ada problem sama yang namanya jerawat batu. Jadi sebelum wajahku aku rawat seperti ini, muka ku jadi ada benjolan kecil-kecil gitu. tapi, berkat perawatan yang rutin aku lakukan (tidak pernah kesalonn ataupun ke skin care) wajahku jadi lebih halus dan lembab.
Musim pancaroba kek gini ini musimnya kudu ekstra ngerawat muka. Anginnya yang kering juga membuat muka menjadi kering. Apalagi buat kita-kita yang berjilbab. Hmmm problemnya pasti banyak.  Kita harus pinter-pinternya ngejaga muka. Tapi ya nggak oebr juga sih.
Buatku kalau buat ngajar sama kuliah, nggak usah terlalu menor dengan menambahkan eyeshadow dan lipstick yang ngejreng. Serangkaian bedak yang luamayan nggak jauh dari warna muka dan hidroglos lebih membuat kesan natural. Pakai eyeliner di bawah mata juga cukuplah. Nggak usah pakai lipstick pingabiez! Malah kelihatan norak. Ya menyesuaikan ajalah. Kuliah itu bukan waktunya buat fashionshow.
Buat gruur bedakan juga boleh. Tapi ya itu. Jangan menor juga. Kalau ngeliat guru yang nggak bedakan trus mukanya mengkilap kek kaca yan gbaru aja di lap gitu gimana perasaanmu? Kalo aku, hawanya pengen bedakin ajah itu guru. Ya kita nggak bisa menutup mata. Anak itu menirutkan apapun yang dipakai oleh guru dan juga orang tua. Examplenya aku. pernah dulu sewaktu SD. Ngelihat alisnya guru walikelasku ngejerng tipinnya bukan main kek “blarak sempal” akhirnya, sampai rumah aku kerok ajah alisku. Bukan tambah manis tapi malah kek ababil yang pengen lihat tuyul. Untung aja zaman itu aku masih punya rambut panjang. Nah kalo botak? Udah dikira tuyul kali. Ya cukuplah dengan bedakan ringan. Yang penting jangan sampai kelihatan kusam dan mengkilap aja sih mukanya.
Ok lanjutin yang tadi lagi.
Notification pun berbunyi. Yap. Ada yang comment. Dan comenan itu nyebelinnya parah. Intinya dia sih bilang kalo bedakan yang kek profile picture ku aja nggak sederhana kok bisa bilang kek statusku itu. Perkenalkan. Namanya Miss I. dia emnag gitu orangnya. Dari zaman 2011 sampai sekarang dia kerjaannya Cuma 1. Ngurusin urusan orang. Ya pantes aja sih kalau banyak orang yang nggak suka sama dia.
Dari pada ngeladenin dia, mending anggep aja dia nggak ada. Nggak ada gunanya juga ngeladenin orang yang selalu ajah nyari gara-gara. Padahal udah jelas banget foto itu adalah hasil dari praktek makeup utnuk prewedding. Ya masaklah ya prewedd kok ya mukanya kinclong alias berkilap? Ya nggak pantes to yo. Itu hasil belajar ku pake makeup. Kalau keseharian, ya kembali lagi cream siang, BB cream yang warnanya senada sama kulit plus bedak padat. Udah. Sederhana menurutku. Daripada muka ku kusam plus mengelupas ngak jelas di musim pancaroba kek gini?
Ya namanya juga sederhana alias simple. Pasti beda-beda definisinya. Menurutku simple pake makeup ya yang seperti yang aku lakukan. Kalau aku harus keluar dengan muka asli tanpa pakai embel apa-apapun, mending nggak. Soalnya diudara yang super kering kek gini, muka ku jadi mengelupas dan kakunya minta ampun! Bahkan di saat musim biasapun aku tetap pakai bb cream buat melembabkan kuliat. Akupun nggak tahu muka ku ini kenapa, keringnya bukan main. (efek jarang minum mungkin).    Ada juga yang mendefinisikan sederhana itu nggak usah pakai makeup. Aku juga bisa setuju sama itu. Tapi kalau praktekin, mikir-mikir. “Sederhana itu simple, pakai bedak aja udah.” Nah ini, kalau aku pakai bedak aja tanpa pakai pelembab ataupun BB cream sebelumnya, sampai kampus juga udah ilang gitu ajah. Jadi serba repot kan?
Apapun yang menurutmu nyaman, pakai ajah! Nggak usah ngeribeti “apa kata orang”.. selagi nggak aneh-aneh dan terlihat normal, lakukan!  :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar