Idealisme Untuk Lebih Memilih Lelaki Berkulit Putih
7 kali merajut kasih dengan makhluk yang lebih suka main ps
dari pada baca buku. Lebih baik malam mingguan futsal dari pada nemenin
belanja. Ya. Lelaki. Dari yang hobby ps sampai hobby ngerokokpun sudah pernah
aku temui. Namun, seabsurd apapun lelaki, mereka pasti memiliki kelebihan
masing-masing. Hmmm aku memang tidak terlalu suka membanding-bandingkan mereka.
Rasanya tidak etis. Mereka sama-sama pernah mendampingiku dan menjadi orang
yang paling terdekat denganku.
Laki-laki. Tercipta dengan berbagaimacam keistimewaan yang
dibawa masing-masing. Entah itu berasal dari hasil konvergensi, heriditas atau
nativisme. Yang pasti, tidak ada laki-laki yang sama! Allah dengan segala
keajaiban-nya menciptakan manusia dengan berbagai sikap dan penampilan yang
berbeda. Not any someone can be perfect
dan tidak ada orang kembar identik yang punya sikap dan perilaku yang sama!!!!
Lelaki punya kebiasaan masing-masing. Membunuh jenuh mungkin
tujuannya. Ya, itu juga beragam keistimewaan yang mereka memiliki.
Dari tujuh orang yang ku kenal dengan baik (walaupun saat
putus belum tentu baik juga), aku mendapati tipe yang hampir sama. Lelaki
berkulit putih dan isi kepala yang cukup dapat diandalkan. Ya. Isi kepala.
Cowok yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata itu
membuatku terpesona. Ditambah dengan penampilan yang rapi dan berkulit bersih
membuatku makin terpikat. Setidaknya itu juga berpengaruh terhadap lamanya
pacaran.
Pertama jatuh cinta. Kepada si pemilik tubuh tinggi,
penampilan rapi serta kulit yang bersih (putih bersih). Ya, aku dibuatnya mabuk
kepayang bak bulan akan runtuh. Namun, sayangnya jalanannya terlalu mainstream, jadi tidak dapat
dilanjutkan.
Lelakiku yang hitam manis. Lelaki itu adalah kakak kelasku. Wajahnya
manis. Matanya yang indha membuatku jatuh cinta! Kulitnya hitam manis.
Sebenarnya sih tidak hitam, tapi keciklatan. Sawo matang. Tak ada yang salah.
Mungkin karena jatuh cinta yang “salah”. Mungkin belum jodoh. Hanya bertahan 1
bulan!!!!
Akhir-akhir mendapati seorang lelaki berpenampilan rapi
namun tetap casual. Otaknya tak usah diragukan dengan ipk cumloud. Aktifitasnya
sebagai aktifis kampus juga tak usah dipertanyakan. Meksi dia baru semester 3
namun sudah banyak orang yang mengenalnya dengan berbagai alasan. Ya. Aku
menyukainya. He is perfect in my eyes. Otak cerdas dan badan tinggi bersih
terawatt membuatku betah dengannya! Setidaknya aku tahu pasti, dia mandi 2x
sehari. Aku mengaguminya dari tubuhnya. Meski tubuhnya sedikit obesitas, namun
tetap terlihat bagus dengan tinggi badan hampir menyentuh 170cm. Aku snagat
mengaguminya. Wajahnya yang ganteng, untuk ku adalah suatu bonus! Aku tidak
terlalu mempersoalkan rupa. Ya akhirnya aku sadar, ada 3 hal yang membuatku bertahan. Sikap, otak dan fisik. Sikapnya
yang selalu menghargaiku sebagai perempuan, otaknya yang dapat diandalkan
(setidaknya memperbaiki keturunan) dan fisiknya yang terawatt. Namun sayangnya
dia dipanggil untuk pulang duluan. Bertahan 11 bulan.
Diakhri cerita, aku menemui seorang lelaki yang memiliki
tubuh tinggi, putih dan berwajah oriental. Ya, itulah Tino ku. Aku mengaguminya
tanpa batas. Penampilannya sedikit agak tidak karuan (seadanya kalau pakai,
asal bersih). Otaknya, cukup dapat diandalkan. Sikapnya yang kadang baik dan
kadang nyebelin mau tidak mau membuatku belajar betah. Namun tetap membuatku
kagum. Tubuhnya yang terawat. Putih tidak seperti lelaki kebanyakan. Bertahan
hingga detik ini.
Entahlah. Mungkin ini tidaklah patut untuk di contoh. Setiap
melihat lelaki berkulit bersih, aku kagum. Entahlah mengapa. Diotakku: cowok
putih itu cowok yang bersih dan dia bisa ngerawat badan. Sedangkan setiap
melihat cowok hitam, hawanya pengen mandiin aja! Entahlah kenapa begitu. Aku
lebih suka cowok yang bersih. Sebanding lurus dengan kesuksesan percintaan juga
keknya. Tapi, aku tidak terlalu suka cowok yang berlebihan dalam merawat badan.
Ya masak ngerawat badan saja harus sampe ke salon, itu sudah lebay!!!! Mandi 2x
sehari aja sudah cukup! Sampai detik ini, aku lebih memiliih cowok berkulit
puitih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar