Jumat, 30 Oktober 2015

SAYA YANG TIDAK MEMPERJUANGKAN

Disepi malam hatiku menyesak. Ada rasa lelah yang etah datangnya dari mana. Mood hancur lebur bersama isi kepala yang bertawaf semaunya. Rasanya ingin berteriak yang hebat. Melepaskan segala beban yang merasuk dan mengisi jiwa.
Hal seperti ini tak sekali dua kali saya alami. Ketika ada ikhwan yang cenderung kepada saya, saya tidak dapat memperjuangkan mereka. Tapi kali ini lebih sesak. Entahlah mengapa.
Apakah saya hanya diam? Apakah saya tidak mengusahakan?
Entahlah. Prasaan, saya ya masih kayak gini saja. Tapi, ada sebuah rotasi yang berubah. Dulu tak ada 1pun nama yang saya sebut dalam doa. Tapi kali ini, saya menyebut nama seorang ikhwan. Bahkan beberapa hari yang lalu nangis parah saking emosionalnya.
Saya benar-benar jatuh hati. Bersamanya, rasanya tengah bercermin. Terlampau absurd untuk berbicara mengenai masa depan dan kedepannya macam apa. Mungkin dia sekarang tengah merasakan tidak saya perjuangkan. Padahal, saya tengah hebat-hebatnya merayu Allah hanya untuk bersamanya dan menemaninya menghabiskan usia. Ada air mata yang menetes kala "Yaa Allah, dia laki-laki yang baik. Yg insyaAllah mampu membawaku mewujudkan baiti jannati dan menuju jannah-Mu. Jadikanlah ia imam ku. Pelengkap imanku. Aku mencintainya karena agamanya Yaa Allah. Aku mencintainya karena Mu." Lalu saya ingat. Ikhlaskan! Sejatuh hati apapun saya kepada ikhwan itu, tetap saja takdir membimbing pada jalanan yang tak seperti yang saya targetkan. Dan saya menyimpan rasa ini untuk saya sendiri tanpa saya ucapkan kepada ikhwan itu. Saya memperjuangkannya dengan cara ku. Cara yang menjaga ku dan menjaganya dari dosa yang bisa saja hadir karena rasa cinta ini.
Beberapa pekan setelah memutuskan untuk mengenalnya lebih dekat, ada sebuah perubahan terbesar dalam hidup saya. Mendewasa. Karenanya saya merasakan nyamannya mendewasa. Dibimbing mendewasa oleh orang yang baru 1x bertemu dan entah ada bait obrolan yang hadir nyata atau belum, sayapun tak ingat. Dan karenanya, saya berani belajar mencintai dari jauh.
Saya akan tetap mempertahankan doa saya. Apapun hasilnya kelak. Masih tersisa 8pekan. Tak terasa, waktu cepat bergulir. Dan inilah cara saya berjuang untuk cinta saya. Saya yang diam seribu bahasa mengenai perasaan saat chat dengan dia.
Untuk kamu yang berjuang untuk saya, tetaplah berjuang. Sayapun berjuang untuk kamu dengan caraku. Kita jatuh cinta karena-Nya. Pasti ada rencana indah dibalik semua.
Jangan cemberut! Nanti keliatan umurnya. Jangan lupa senyum ya Mas. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar