Jatuh hati. Falling in love. Siapa disini yang belum pernah merasakan? Sangsi banget kalau ada yang belum pernah jatuh hati hehehe rasa yang hadir dengan dahsyat. Bisa membuat tersenyum kala membaca pesan dari si dia dan bisa tersenyum geli saat memandangi wajah yang terpampang di layar handphone. Mungkin disini yang membacapun tengah merasakan jatuh hati?
Bagaimana pandangan islam mengenai jatuh hati?
Apa yang harus saya lakukan?
Ngomongin jatuh cinta mah nggak ada habisnya. Makanan sehari-hari akhwat, yang juga tiap hari bisa bikin nangis sampe garuk-garuk tembok. Hehehe
Selow ukhti… selooow…. Hehehehe :D
Cinta adalah sebuah rasa yang merupakan fitrah bagi setiap manusia. Rasa yang hadir dan tumbuh dalam hati setiap insan. Tapi kita selalu salah dalam menyikapi rasa yang luar biasa itu. Terutama akhwat. Biasanya tambah rieweuh kalau lagi jatuh hati. Saya ngeliatnya aja bisa puyeng. Hehehe (mungkin itu juga yang dirasakan temen-temen saya kalau ngeliat saya lagi kasmaran. Hehehe)
Sebagai seorang muslimah, kita pasti merasakan cinta yang bergemuruh didalam dada kala didepan mata tengah berdiri seorang ikhwan beragama yang kuat. Lalu kita gelisah, apa yang harus saya lakukan? Dan kadang kita jadi heboh sendiri karena hadirnya rasa itu.
Teringatlah saya kepada kisah Fatimah Az-zahra dan Ali bin Abu Thalib. Siapa yang tidak ingin seperti Fatimah? Yang dalam diam tapi mendapatkan cintanya yang sempurna. Menyimpan rasanya hingga setanpun tak dapat mengetahui kedalaman cinta yang ia miliki. Mencintai dalam diam. Seperti itulah yang seharusnya akhwat lakukan agar rasa cintanya tetap terjaga.
Cinta dalam diam itu seperti apa? Cinta dalam diam itu adalah cinta yang tidak diungkapkan secara verbal maupun nonverbal. Tersimpan manis didalam hati dan juga didalam doa. Diungkapkan kepada Allah, bukan kepada si pengobrak abrik hatinya. (alah, bahasanya mulai celeneh). Cinta adalah sebuah rasa yang kalau diungkapin ke yang non muhrim maka nilainya adalah haram. Lagian biar menjaga satu sama lain agar rasa itu tetap bersih. Setan masuk diantara dua insan non mahram yang saling mengungkapkan cinta dan mempelosokkan mereka kedalam hubungan yang haram. Ngeri kaaaan?! :’(
Inti dari jatuh cinta/jatuh hati hanyalah 1. Ikhlas. Ikhlas memberi, ikhlas menerima dan ikhlas melepaskan. Nggak semua yang saling mencintai harus bersama. Mungkin saja lagi keblinger karena rasa nyaman yang menjelma seperti cinta. Itulah mengapa saat kita jatuh cinta harus semakin mendekat sama Allah. Why? Karena agar kita terhindar dari cinta yang salah.
Implementasi dari aku mencintaimu karena Allah adalah diam mu. Kepasrahanmu. Keikhlasanmu. Berjuanglah semampunya. Jangan pernah nekat ataupun melukai koridor agama hanya karena cinta. Tapi kalau dirasa inilah yang terbaik dan nggak ada alasan syar'i untuk meninggalkan cinta itu, nekat juga butuh dilakukan. Biasanya lakik nih yang bakalan nekat. Tapiiii cinta emang butuh nekat untuk bersama. Kalau nggak nekat, trus kapan bisa bersamanya? Saling mengusahakan dalam sikap dan doa aja! Pasrah sih boleh pasrah, tapi ya tetep kudu ngusahain. Mau diem aja gitu ngikutin air? Emang situ ranting patah yang kebawa di air comberan? Yuk nekat berjama'ah dalam hal positif. Hehehe. (Ngajari elek nih Riri). Bukankah baiti jannati adalah tujuannya? Bukankah bertemu kembali di jannah-Nya adalah tujuannya? Maka mari restart niat. Restart iman. Restart apapun yang selayaknya di restart.
Simpan rasamu! Ungkapkan bagi yang berani menghalalkan mu. Bukan untuk pengecut yang hanya memberimu angan dunia. Karena bukti cinta seorang ikhwan adalah menikahi, bukan memberi angan tak pasti. Keep istiqomah dalam rasa indah. Deketin yang punya hati dan mari menyamakan niat Lillah.
Semoga yang saat ini ta’aruf, ta’arufnya dimudahkan dan di sukseskan. Yang belum berani ta’aruf, puasanya di kencengin ya. Yang mau nikah, semoga dimudahkan dalam proses menunggu akad. Yang sudah menikah, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah dan barokah.
Salam hangat
Riri
Ya ukhti,tanpa sengaja ku buka dan baca tulisan2 mu,ringan dan mudah dipahami dan penuh arti,LANJUTKAN.....
BalasHapusTerimakasih sudah membaca tulisan saya akhi. Semoga bermanfaat. InsyaAllah akan selalu dilanjutkan :)
BalasHapus