Tak terasa. Kini hanya menunggu bulan usiaku berpindah. Bukan lagi fase dimana tinggi badan dapat bertambah dan bukan pula fase untuk bersikap seperti saat ini.
Usia 23 tahun sangat menakutkan untukku. Karena sampai detik ini banyak hal yg belum dapat aku wujudkan.
Abdurrahman. Lelaki kecil yang sangat akan aku rugikan. Lelaki berwajah tembem dengan mata sipit khas ibunya. Maafkan ibu nak, belum dapat menghadirkanmu didunia. Ayahmu sedang berjuang dengan hebatnya. Ibupun tak tinggal diam nak, ibu juga tengah berjuang untuk mu dan ayahmu. Sabar gih hafidznya ibu. :'*
Udah udah. Fase somplaknya udahan dulu.
Mendewasa. Fase diusia 23 tahun yang akan datang, mau tidak mau pola pikir dan semua sikap harus dewasa. Ini yang sangat saya benci. Dewasa. Tapi, apaboleh buat, fase inipun akan tetap datang sekuat apapun aku menolak.
Iman masih terombang ambing. Introspeksi disana sini dan ternyata banyak banget yang kudu di perbaiki. PRnya banyak bener. But, i know, aku pasti bisa. Demi ayahnya Rahman, Rahman dan adik-adiknya. Be muslimah yang punya otak dalam bersikap. Beraaat. InsyaAllah nanti dimudahkan sama Allah. Aamiin.
About marriage. Hmmm belum ada kepastian sampe kapan bisa ketemu sama jodoh. Udah berusaha sebaik mungkin. Let's see, siapa yg bakalan kerumah. Sampun pasrah maksud e. Hehehe Allah tahu manakah yang terbaik. Jodoh nggak akan datang tepat waktu, tapi akan datang diwaktu yang tepat. Fyuuuh. Ya sudahlah. Sampun ikhtiar, sampun berdo'a, mari jalani saja dan tunggu hasilnya. Pengennya sih bisa married di 2015 ini. But, ya sutralah, nunggu aja dulu. Someday i'll marriage with someone special from heaven. He will come and make our family to feel baiti jannati and insyaAllah our family will met again in heaven of Allah. Aamiin.
About college. Semangat untuk menuju akhir semester. Awal tahun depan udah semester 6. KKL butuh dana yg gede. Semoga dimudahkan dalam rezeki. Aamiin. Oh ya, nggak sabar nih 1,5tahun lagi pakek toga trus disamping ada suami dan diperut ada Rahman. Hihihihiih mimpinya gede bener yak. Hehehe insyaAllah semua akan terwujud. Biar bisa cerita ke Rahman "mas, dulu mas Rahman ikut munaqosah loh. Kecik-kecik udah jadi sarjana." Lah, yang jadi sarjana mah ibunya. Ayahnya puyeng mikir bayar kuliah ibunya. Hehehe
About family of Mr. Muhammad Sugiyono. Difase umur 23 itu saya yakin banget. Saya udah diboyong sama lakik. Dan mimpi mamak buat punya anak lakik terwujud. Yeay. *ini ngayalnya tingkat dewa*.
About fashion. Entahlah mulai berpikir untuk pakek kaos kaki susah bener. Iya. Diluaran mah Riri pakek kaos kaki mulu. Lhah kalau dirumah pakek kaos kaki itu yang susah. InsyaAllah nanti lebih diistiqomahin lagi.
About book. Huwaaaaah ancur dah. Banyak buku baru yang muncul dan seluruhnya dr penulis-penulis kesayangan. InsyaAllah nanti 23 udah kebeli semua bukunya. *nabung nabung nabung*
About nanjak. Hmmm embuh! Pengen ke Pangrango, Lawu, Rinjani, Sindoro, aaaaaaargh pengen ke Kelinci. Ups. Kerinci maksudnya. *muter-muter nyari mahram*
Saya nggak butuh diterima siapapun dengan segala bentuk keabsurd-an yang saya punya. Karena suatu saat nanti akan datang pangeran dengan berkuda besi yang akan menerima saya apa adanya. Masih yakin dengan konsep An Nur 26. Dia pun pasti tak jauh berbeda dari saya. See you at the right time my hubby. I'm waiting you with all about my obedient.
Enough Allah. Only Allah. Seperti halnya perjanjian luar biasa "inna sholati wamah yaya wama mati lillahi ta'ala yang artinya sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah ta'ala" *usap kringet* *benerin jilbab*.
22tahun. Fase hidup paling berat. Dan saya insyaAllah lulus. Mau manjangin jilbab lagi, tapi, mikir-mikir. Segini dulu aja deh. :D
Waktu membawamu (lebih tepatnya memaksamu) untuk lebih dewasa. Dan saya merasakan itu. Mendewasa itu mutlak. Mau ditolak kek apapun, mendewasa itu pasti akan menghampiri mereka yang sudah mulai matang dalam berpikir. Salam super. *salah acara*.
Kamu harus bahagia! Senyumnya yang lebar ya! Jangan lupa sama ibadahnya! Bersyukur sebanyak-banyaknya! Mohon ampun atas segalanya! Ia akan berikan imbalan yang pantas bagi umat-Nya yang mau manut.
Sekian dan terimakasih.
Salam hangat
Riri yang lagi somplak di subuh hari. Hehehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar