Senin, 05 Oktober 2015

RAYAKAN DENGAN BERSYUKUR

Mataku masih enggan terpejam. Pikiran ku melanglang buana mengikuti udara dini hari yang mulai mendingin. Kakiku masih berada diluar selimut. Sedangkan sebagian badan hingga lutut sudah tentram dipeluk kehangatan selimut.
Gelap. Membuatku sesak nafas. Membuatku takut jikalau ada sesuatu yang datang tiba-tiba. Hingga ku jadikan saja rasa takut itu ku alihkan dengan menulis. Diselingi makhluk di sampingku sudah mengigau kesana kemari. Cukup menghibur di dini hari.
Notification BBM pun berbunyi. Dari sahabat lama semasa SMK. Sebut saja mbak Li. Seperti biasa. Dia suka sekali curhat dengan ku. Tapi kali ini saya nggak mau ngomongin soal apa yang dia curhatin. Pamali. Tapi saya sedikit terhibur dengan pertanyaan yang kerap dia berikan.
"Kamu nggak punya masalah? Kok hidupmu bahagia-bahagia aja sih?" Yaaa seperti itulah.
Hidup. Kalau bahasa enggresnya "life" adalah waktu dimana kita menjalani sebuah amanah dari Allah. Amanah yang amatlah berat pertanggung jawaban kita di akhirat kelak, be khalifah. Entah itu untuk diri kita sendiri ataupun untuk orang lain. Definisi hidup yang lainnya yaitu waktu dimana kita diwajibkan untuk beribadah kepada Allah serta menuntut ilmu dari dalam kandungan hingga berakhir di liang lahat. Ya itulah hidup.
Menjalani hidup layaknya kita mendaki sebuah gunung. Kadang jalannya landai, kadang nemu bonus, kadang nemu trek bebatuan, dan kadang nemu trek climbing yang bikin kaki gemeteran. Menjalani hidup itu serasa bawa carrier gede. Intinya sama. Jalani saja dulu! Nanti juga tahu hasilnya. Hehehe
Hidup itu adalah mindset kita. Kalau mindset kita "I'm happy" ya bakalan happy-happy aja. Kalau udah bilang "I'm quit from this game" ya kamu payah. Hidup perlu keyakinan hati sebagai tongkat untuk berjalan. :)
I'm happy? Alhamdulillah. Itulah yang tengah saya perjuangkan dengan sangat. Udah nggak usah diomongin yak saya sepatah apa beberapa bulan yang lalu. Heheehe but, inilah hasilnya. Sekarang saya bahagia. Kok bisa gitu? Ini rahasianya. Disimak baik-baik yak. Hehehe
Sudah bener sholatnya? Udah nambah sunnah? Udah puasa senin-kamis? Udah ketutup bolongnya puasa ramadhan? Udah mantab berhijrah? Udah senyum? Udah berteman dengan orang sholeh/ah? Udah buka Al Qur'annya? Udah belajar bersyukur? Masih ngeluh? Sudah bisa LILLAH? Sudah banyak berdzikir? Sudah tobat? Sudah banyak-banyak beristighfar? Sudah taubatan nasuha? Sudah nambah baca? Sudah yakin ke Allah? And then, the last is sudah bersedekah? Hihiihi banyak bener yak? Bacanya jangan ampe mewek yak! Tenang, saya juga belum sepenuhnya bisa ngelakuin itu semua! Tapi Alhamdulillah dengan menjadikan yang wajib tepat waktu dan sunnah yang "berasa wajib" alias sudah seperti rutinitas, hidup saya lebih terarah dan saya bisa merayakan hidup saya dengan bersyukur. Hasilnya saya lebih enjoy menghadapi hidup.
Apakah saya punya masalah? Banyak! Setiap orang pasti memiliki masalah. Begitupun saya. Kalau di pikir banget-banget, masalah saya banyak bener. Tugas yang kadang nyita waktu, jodoh yang tak kunjung datang, belum kesampean beli sepatu muncak, harus hemat demi bayar cicilan, nggak bisa jalan layaknya perempuan biasanya (ini asli yg paling jadi masalah saya dari kecik sampe sekarang) dan masih banyak yang lainnya. Tapi, saya nggak ambil pusing. Nikmati saja. Itu cara Allah untuk mendewasakan saya. Sebut saja seperti itu. Hehehe kembali, rayakan dengan bersyukur. Masalah itu nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan segala macam rahmat dan anugerah yang udah dikasih Allah secara cuma-cuma. Syukuri apapun yang udah dikasih Allah. Nanti pasti nikmatnya akan di tambah. Sekecil apapun, syukuri. Dikasih air putih doang, alhamdulillah. Dikasih rezeki nasi+tahu goreng aja, alhamdulillah. Dikasih seribu ya alhamdulillah. Dikasih jodoh? Alhamdulillah banget. Wkwkkw. Masalah mah bakalan lewat kalau kita merayakan hidup kita dengan bersyukur. Kalau versi Ustadz Yusuf Mansur jadi orang kerener yang bisa bersyukur itu. Jadikanlah Allah sebagai partner hidup dan sandarkan apapun hanya untuk-Nya. Kerener people! :D
Yang harus kita ingat, Allah memberikan beban, tidak akan pernah melebihi kapasitas kita. Ya masak saya mau dikasih beban 50kg, ya nggak bisa kan ya. Lha wong berat saya cuma 43kg. Beban kita samadengan dengan qualitas diri kita alias kemampuan kita. Semakin berat, maka semakin kuatlah kita.
Kenapa Allah kasih kita masalah? Itu tadi udah dijelasin. Biar tambah jleb nih. Kalau kita bahagia, inget Allah nggak? Kalau kita lagi dikasih rezeki, bilang makasih ma Allah nggak? I know jawabannya bakalan beda-beda. But rata-rata pasti, lupa. Iya kan? Masalah itu ada karena kasih sayang Allah. Allah suka lihat kita sholat malem sampe nangis minta dibantuin masalahnya biar cepetan rampung, Allah suka ngeliat kita berdoa pada-Nya, Allah suka ngeliat kita bersimpuh mohon ampun, Allah suka lihat kita taubat, Allah suka dgn sholawatan kita. Hal-hal itu sering kita lakukan saat kita "down". Ngaku! Ngaku! Ngaku!!! (Iya deh, Riri ngaku.) Kalau kita nggak ada masalah, bisakah kita seperti itu?????
 Sertakan Allah, sertakan Allah, setakan Allah dan sertakan Allah. Let's be kerener! Don't be kerdiler! Allah bersama hamba-Nya yang mau mendekat kepada-Nya. Rayakan hidup dengan bersyukur. Alhamdulillah alhamdulillah dan alhamdulillah. ;)

Semoga bermanfaat. InsyaAllah itu yang saya tulis sudah terbukti disaya sendiri. Itulah mengapa saya sekarang lebih enjoy menikmati hidup. Be kerener yak. Jangan lupa ya, RAYAKAN HIDUP DENGAN BERSYUKUR :D

Salam hangat.
Riri

*kenapa sekarang ganti salam hangat? Kenapa nggak salam sayang seperti kemarin? *bisik2* ada ikhwan yang baca blog saya. Jagain dia biar nggak dosa karena saya. Jadi ya saya ganti saja salam hangat.hihihi :D
s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar