Bismillahirrohmanirrohim.
Tulisan saya kali ini terkesan lebih serius dibandingkan
tulisan-tulisan saya sebelumnya. Kali ini saya ingin membahas mengenai parenting dan pentingnya pendidikan anak
sebelum dia lahir didunia. What?
Berat bener bahasannya. Slow yak!
Disini saya bakalan kupas hal tersebut secara santai.
Kapan sih seorang anak itu harus diberikan pendidikan?
Mungkin kita sebagai calon ayah/ibu seharusnya wajib kepo sama hal yang
terkesan simple ini. Tapi kalau
ditanya kayak gitu, kita nggak bisa jawab kan? Hihihi
Baiklah mari kita bahas bersama. Begini, anak itu bukan
dididik dari sesudah dia lahir. Inilah kesalahan orang-orang dalam menafsirkan
mendidik anak. Jadi, mendidik anak itu dimulai saat ayah dan ibunya saling mencari
jodoh. Loh, hubungannya apa coba?
“Bila datang kepadamu orang
yang kamu sukai agama dan akhlaknya, maka kawinilah. Jika tidak kamu lakukan, niscahya terjadi fitnah dimuka
bumi dan kerusakan yang besar.”
(HR. Tirmidzi)
Jadi dalam memilih pasangan merupakan factor yang penting
dalam mewujudkan lahirny generasi yang unggul serta membentuk keluarga yang
sakinah.
Konsep memilih jodoh inipun selaras dengan hadist
Rasulullah
“Wanitan itu diikahi karena
4 hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah yang beragama agar
kamu beruntung.” (HR. Bukhari)
Untuk mewujudkan generasi unggul dimulai dari masa
prakonsepsi yang merupakan salah satu upaya dalam mempersiapkan pendidikan yang
dimulai sejak seseorang memilih pasangan hidup hingga terjadi pembuahan dalam
rahhim sang ibu.
Faktor agama memanglah penting. Namun ada faktor lain
yang harus dijadikan patokan pula. Faktor niat, iktikad, maksud dan tujuan
pernikahan yang semata-mata untuk meraih cinta-Nya serta ridha-Nya akan sangat berpengaruh
terhadap jiwa religious sang embrio. Secara tidak langsung Islam sangat
mengistimewakan calon-calon khalifah dunia dengan memilihkan ayah dan ibu yang
memiliki kepribadian dan akhlak yang mulia.
Setelah menemukan jodoh dan menikah, maka agar meningkatkan
keturunan yang baik, suami haruslah menggauli istri dengan baik. Sebelum
melakukan hubungan suami istri maka di sunnahkan untuk sholat serta berdoa.
Agar syetan tidak dapat turut andil dalam proses tersebut. Hubungan suami istri
adalah pertemuan mulia akan keduanya dan oleh sebab itu di anjurkan dalam
keadaan suci bersih. Dan ini harus dicatat baik-baik ya, hubungan suami-istri
adalah bertemunya sel-sel benih terciptanya manusia, sehingga dalam proses
tersebut dapat membentuk kepribadian atau perkembangan anak selanjutnya.
Setalah sang ibu dinyatakan hamil, maka tugas berikutnya
yaitu ibu dan ayah wajib mengajarkan pendidikan kepada sang calon anak yang
masih didalam perut. Emang sih nggak bisa secara langsung. Trus gimana? Caranya
yaitu kedua calon orang tua sama-sama memperbanyak amal shalih, memperbaiki
qualitas ibadah, lebih khusuk dalam sholat, perbanyak sholat sunnah, puasa
sunnah, banyak-banyak membaca Al Qur’an dan masih banyak yag lainnya. Tapi
jangan lupa, hablum minan naas juga kudu tetap dijaga.
Menurut Mastuhu, semua yang dilakukan oleh sang ibu dan
ayah adalah self suggestion agar
sifat-sifat terpuji itu dapat masuk kedalam jiwa sang calon bayi. Bukan hanya
itu saja, calon orang tua juga wajib tahu dan paham mengenai asal usul serta
proses terjadinya manusia sehingga dapat mengetahui apa yang harus dilakukan.
Sekarang udah tahu dong mulai kapan anak dikenalkan
dengan pendidikan? Sejak dia belum lahir. Jadi kurang tepat tuh kalau ada
pendapat pendidikan itu diberikan kepada anak saat ia sudah lahir didunia saja.
Semoga tulisan kali ini bermanfaat bagi akhwat dan ikhwan
yang tengah berusaha menemukan jodoh,
sedang menunggu hadirnya senyum mungil yang menggemaskan. Tulisan ini
referensinya berasal dari “BUKU PINTAR
PAUD dalam perspektif islam” karya Imam Musbikin.
sebagai muslim dan muslimah, kita diwajibkan untuk terus belajar sepanjang hayat. sesedikit apapun ilmu yang dipunya, insyaAllah akan tetap bermanfaat. sharing ilmu itu ibadah.
salam hangat,
riry
Bermanfaat, ku tunggu ilmu selanjutnya sobat :)
BalasHapus