Kamis, 08 Oktober 2015

UNTUK KAMU

Untuk siapapun kamu yang tengah Allah persiapkan.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Setiap hati, berrotasi sesuai alur yang telah di tuliskan oleh Allah dilauhul mahfudz. Setiap hati pernah berkutat dengan rasa cinta yang hebat dan lemah. Setiap hati pernah membawa tawa dan tangis. Setiap hati pernah terbang melayang dan patah. Kamu pernah berjuang untuk dia yang pernah kamu peluk dengan hangat. Akupun pernah berjuang untuk dia yang pernah memelukku hingga aku sesak nafas. Kita pernah berjanji dengan mereka, bahwa kita akan menemaninya menua. Lalu, kita patah tidak dapat memperjuangkan mereka karena Allah meminta kita untuk berhenti.
Maaf. Maafkanlah aku yang tidak sempurna. Maafkanlah aku atas masalaluku yang kelam. Maafkanlah aku yang lalai akan kewajiban ku. Maafkanlah aku atas segala kesalahanku. Maaf, karena aku hanya dapat meminta maaf padamu atas segala yang pernah terjadi pada masalaluku.
Akhi, jika suatu hari nanti kita dapat bersua, jangan pernah mengatakan satu patah katapun tentang masalalumu. Aku tidak peduli dengan apapun yang pernah kamu lakukan dimasalalumu. Bagiku, aku cukup dengan kamu saat ini dan dimasa yang akan datang. Aku telah sebenar-benarnya memaafkanmu atas masalalumu.
Akhi, bila suatu hari nanti hatimu ragu, bersujudlah. Sentuhkanlah kening dan ujung hidungmu. Berdialoglah dengan-Nya. Agar hatimu tentram dan dapati yang terbaik sebagai jarum petunjuk langkah berikutnya. Bila ada namaku, maka datanglah padaku. Bila tidak ada namaku, maka berhentilah.
Akhi, bila hatimu telah yakin atas diriku, terimakasih. Terimakasih sudah mengizinkan ku hidup dari sepenggal tulang rusukmu. Datanglah lebih cepat! Bila kamu datang untuk memintaku kepada wali ku, maka ada 2 syarat bagimu. Yang pertama adalah aku ikhlas serta ridha untuk kamu nikahi dengan syarat kamu tidak akan mempoligami ku dan kamu tidak akan main hati dibelakang ku (kamu boleh menikah lagi kalau aku sudah berjumpa dgn ajalku). Bila kamu melakukannya, maka jatuhlah talak mu atas diriku. Yang kedua, bila kamu mengkhitbahku, maka hari itu juga kamu akan ikhlas dan ridha menikahiku. Bawalah mahar seperangkat alat sholat untukku dan apapun yang kamu ridhai untuk dijadikan mahar bagiku. Akhi, aku tidak main-main. Hanya itulah mahar yang aku inginkan. Karena sesungguhnya, niatku untuk menikah dengan mu hanya untuk beribadah kepada-Nya.
Akhi, kita pernah sama-sama salah. Kita pernah sama-sama jahatnya. Tapi aku ingin berhijrah atas cinta suci yang Ia karuniakan kepada kita berdua. Biarlah masalalu menjadi pelajaran bagi kita. Bahwa kita adalah manusia. Yang pernah lalai dan pernah salah. Mari sama-sama berjalan, meraih cinta-Nya, agar kita dapat membangun baiti jannati hingga suatu saat nanti kita dapat kembali bersatu di jannah-Nya.
Akhi, i miss you. I'll waiting you with my obidient too Allah. I love you because Allah and your obedient. See you in the right time.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Kekasih duniamu yang insyaAllah akan menemanimu hingga jannah-Nya.
Cici Fitria binti Muhammad Sugiyono

2 komentar:

  1. Subhanallah,cuma satu kata yg bs terucap,ya ukhty moga allah mengabulkan ap yg jd keinginanmu

    BalasHapus