Kamis, 16 April 2015

Abaikan

Setiap jengkal langkah ku mulai goyah. Tatapan mataku mulai kosong pasti. Hati ku tengah bertanya? Ada apa gerangan tentang kita? Setiap hari berlalu begitu saja. Pagi, siang, malam. Sama saja. Berkutat dengan pekerjaan dan kuliah membuat kepala ku lebih pening dari pada sebelum-sebelumnya. Badanku melemah pasti. Lihatlah! Dirumah inipun aku merasakan hanya menumpang sesaat. Bila esok kembali datang, rutinitas ku kembali berulang. Kerja dan kuliah. Semester ini tak jauh berbeda dengan semester sebelumnya. Hanya saja, semester ini lebih banyak praktek saja. Cukup lelah? Sangat lelah!!! Bahkan berkali-kali badan ku melemas pasti. Batuk pun tak lekas pulih karena kondisi yang tak juga membaik. Tapi, alhamdulillah masih bisa kuliah dan kerja. Waktuku hampir benar-benar habis. Namun, aku masih sering menyempatkan waktu untuk menghubungi kekasih ku. Ya. Aku hanya ingin dia merasakan aku ADA. Walaupun pada kenyataannya, tubuh kami terpisah 63km. Ya. Aku ingin tetap terasa ADA ditengah LDR yang tengah kami jalani. Tak dapat dipungkiri. Semenjak dia KKN, sikapnya benar-benar berubah. Sering marah, sering ngambeg dan lebih sering mengabaikanku. Seharian inipun dia belum menghubungi ku 1x pun. Ya. Aku dapat menerimanya meskipun aku menangis mendapati kenyataan sikapnya yang berubah. Bahkan, aku merasa bahwa disini, hanya aku yang berusaha ADA. Hingga memory ku kembali mengingat seorang laki-laki yang dulu pernah selalu ada untuk ku dan itu, bukan dia. Berulang kali aku menghela nafas dalam-dalam. Diselingi batuk yang tak kunjung reda. Kepalaku mulai pusing. Mencoba menghilangkan rasa apapun yang tengah berkecambuk dalam hatiku. Hatiku mengosong. Bukan hilang! Bukan! Bukan hilang dan tak berbekas!!! Aku masih mencintainya. Dengan sangat mencintainya. Aku masih merindukannya dengan sangat pula. Aku masih ingin mendengar suaranya. Aku masih ingin hidup dengannya. Menghabiskan sisa hidupku untuk bersamanya. Tapi, tetap saja ku diabaikan olehnya. Membuat hati ku "kosong". Kapan kamu tak dingin lagi? Kapan kamu berhenti menganggapku tidak ada? Kapan kamu tak mengabaikanku? Benar. Aku benar merindukan mu. Yang hangat. Yang ADA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar