Kadang dunia tak sebaik yang kamu kira. Bahkan terkadang dunia tak seburuk yang kamu bayangkan. Lakukan dan nikmati saja. Pelangi akan datang. Tuhan tak akan menciptakan sesuatu tanpa alasan. Mari bercerita bersama saya. Burung kecil yang lahir di hari ke 4 idul fitri. Selamat membaca gih...
Sabtu, 18 April 2015
Jatuh Cinta Pada Laki-laki Baru
Aku menemukan rasa yang tak asing dalam diriku. Rasa bahagia setiap mengingat sebuah nama. Rasa nyaman saat mendapati pikiranku tertuju kepada laki-laki itu. Mungkinkah aku tengah jatuh cinta? Rasa yang sama dengan beberapa tahun yang lalu saat aku mendengar namanya. Nahkan rasa jatuh cinta ini lebih hebat dari pada terakhir kali aku jatuh cinta dengan laki-laki sebayaku.
Perkenalkan. Namanya Abdurrahman. Aku biasa memanggilnya Rahman. Entahlah, aku selalu bahagia kala harus memanggilnya “Rahman”. Laki-laki ini begitu lucu dan menggemaskan. Pipinya tembem, wajahnya bulat, senyumannya manis sekali, rambutnya sedikit tipis namun hitam dank ala ia tertawa atau tersenyum, matanya berubah menjadi sebuah garis. Itu disebabkan oleh matanya yang sipit sepertiku. Setiap aku memanggil namanya, ia selalu tersenyum. Seolah ingin menjawab setiap apa yang aku ceritakan kepadanya.
Hatiku terpaut dengannya. Laki-laki baru yang membuatku jatuh cinta dengan begitu hebatnya. Bahkan, dapat membuatku jatuh cinta melebihi rasaku kepada laki-laki yang sejak 22 Juni 2011 menemaniku hidup. Rahman adalah laki-laki baru yang membuatku benar-benar hidup. Benar-benar hidup sebagai manusia dan seorang wanita.
Langkah kakiku begitu berat kala harus berpisah darinya. Aku ingin selalu menemaninya. Ingin mendampinginya dari membuka mata hingga menutup mata kembali. Begitu seterusnya. Aku sudah berjanti kepadanya, aku tak akan meninggalkannya walaupun sejenak (kecuali untuk kuliah). Aku benar-benar tidak ikhlas saat meninggalkannya walaupun untuk sejenak. Kalau bisa, aku ingin mengajaknya agar tetap berada disampingku. Sebegitu hebatnya aku jatuh cinta denganya? Iya. Aku benar-benar jatuh cinta kepada lelaki ini. Mataku selalu berkaca-kaca kala harus menceritakan tentang arti keberadaan Rahman bagi ku. Dia sangat luar biasa bagiku. Dia adalah bagian hidupku. Detak jantungnya adalah hidup bagiku. Dia adalah harta yang paling berharga yang ku miliki. Hadirnya adalah anugrah terindah yang diberikan oleh Allah untukku.
“Rahmaaaaan…” panggilku kepada laki-laki itu.
Ia menjawab dengan senyuman dan tawa yang begitu indah. Menggoyangkan tangan dan kakinya beriringan. Kala ku melihatnya, semua rasa lelah terbayar lunas dan tak berbekas. Kamu sungguh luar biasa Rahman.
Rahman, terimkasih sudah hadir dalam tubuh ibu. Dalam pikiran ibu, dalam ingatan ibu, dalam hati ibu dan dalam hidup ibu. Ibu menunggumu benar-benar hadir nyata dalam hidup ibu. Menemani ibu menua dan melihatmu dewasa. Mengajarkanmu tentang semua hal dan melihat pertumbuhanmu yang sangatlah pesat adalah keinginan yang ingin segera ibu wujudkan. Rahman, kelak ibu akan menjadi ustadzah pertama yang akan engkau kenal. Dengarkan ibu baik-baik kala ibu berbicara, sholatlah 5 waktu seperti ajaran agama, hormatilah siapapun yang kamu temui baik lebih muda darimu, seusiamu atau diatasmu usianya, jangan sakiti wanita dengan alasan apapun, bila kelak kau sudah dewasa dan menemukan seorang wanita yang kau yakini sebagai jodohmu, jangan kau tunda. Nak, perempuan memiliki hati yang begitu sensitive, tapi kamu harus tetap jujur! Bila kamu menemukan rasa cinta kepada seorang wanita dan belum berani untuk berkomitment, jangan dekati dia dengan hubungan semu. Datangi dia saat kamu sudah siap berkomitmen (dengan 1 syarat, kamu harus siap saat kau siap, dia sudah dimiliki oleh orang lain dan akhirnya hatimu terluka). Nak, tak ada satupun wanita yang ingin berada dihubungan yang semu. Kamu harus tahu itu. Jika kau membuat kesalahan, ibu tak akan segan-segan untuk memberikan ceramah panjang lebar padamu!
Nak, ibu merindukan kehadiran mu. Benar-benar hidup disamping ibu. I love you my hero, Rahman. Anak ibu yang panjang umur, sehat, pintar, cerdas, bertanggung jawab, membanggakan dan memiliki akhlak yang mulia. Abdurrahman, ibu saynag kamu. Ibu mencintaimu dengan sangat. Terimakasih atas kehadiranmu dalam hidup ibu.
Salam sayang
Ibu
*ditulis dengan hati yang berbahagia dan mata yang berkaca-kaca. Bahkan entah berapa kali air mata menetes jatuh ke baju. Bahagia saat menghadirkan Rahman. Merasakan bahwa saat ini ia benar-benar ada*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar