Kamis, 16 April 2015

Diingatkan untuk mendoakan

Aku benar-benar sendiri! Benar-benar sendiri. Hatiku kacau. Pengabaian terus berulang disetiap harinya. Buatku kehilangan sosoknya yang sudah hampir 4 tahun bersamaku. Mendadak mengingat 1 nama yang dulu pernah hadir dalam hidup ku.
Seakan berjalan pada ruang waktu. Mengembalikan setiap ingatan yang sudah lama ku lupakan. Seperti kembali melihat wajahnya, mendapati kehadirannya, mendengar suaranya dan dia benar-benar terasa dekat. Berulang kali ku yakinkan bahwa dia, sudah benar-benar tidak ada! Bahkan mem-flashback kepada tanggal 3 April 2011. Dan ku sadari, dia benar-benar sudah tidak ada.
Hari ini, kepalaku mulai berfikir jernih. Sejak seorang kawan memberikan pencerahan kepada kepala ku yang tengah kacau.
 "Kamu mengingatnya, kamu merindukannya, kamu merasakan itu semua karena dia mengingatmu. Memintamu untuk mengirimnya do'a yang sudah lama kau lupakan untuknya. Dulu, saat dia hidup, dalam do'amu slalu kau sebut namanya. Sekarang, dia menginginkan hal yang sama." Ungkap Jo.
Kepalaku mulai berfikir dan tetap kacau. Merindukannya yang sudah tiada. Kacau!!!! Hingga pada 14 April yg lalu, ku temukan jawabannya. Benar! Benar halnya. Hatiku yang kacau pun berhenti random saat langkah kakiku meninggalkan tempat peristirahatan terakhir laki-laki itu.
 Dan saat ini, kepala ku tak serta merta terisi oleh nama ataupun apapun mengenai laki-laki itu. Dan benar, dia mengingatkan ku untuk kembali mengingatnya, mengunjunginya dan mendoakannya. Setelah bertahun-tahun aku tak sedikitpun ingat akan dia yang pernah ada. Kali ini. Sudah waktunya untukku kembali pada dunia ku yang normal....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar